Bupati, Drs H Achmad Msi saat memimpin apel pagi, Selasa (3/9/13) dihalam kantor Bupati
Bupati, Drs H Achmad Msi saat memimpin apel pagi, Selasa (3/9/13) dihalam kantor Bupati

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Mengingat sebagian besar masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu bekerja sebagai petani Karet. Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu sangat prihatin dengan anjloknya harga karet yang terus menekan para petani.

Oleh itu Pemda Rohul bakal m,engevaluyasi harga karet di pasaran. Jika harga karet sudah tidak memungkinkan lagi untuk normal, maka Pemda Rohul bakal mengambil kebijakan untuk membelikaret petani dengan harga normal. Sehingga masyarakat tetap dapat bertahan hidup dengan bertani karet.

“Dalam waktu dekat harga karet akan kita bahas bersama petani dan asosiasi pedagang karet,” tukas Bupati, Drs H Achmad Msi, Selasa (3/9/13).

Sementara itu Berdasarkan harga karet penjualan petani karet pada minggu ini dijual secara berfariasi tergantug lokasi dan tempat penjualannya Untuk saat ini harga karet di Desa Serombo Indah, Kecamatan Rambah Hilir harga dijual antara Rp 7.750. – 8000 perkilonya, untuk desa boter kecamatan rambah dijual dengan harga Rp. 10300 perkilonya  sedangkan diwilayah pasir pengaraian juga dijual secara berfariasi yakni dari harga Rp. 10.000 Sampai  Rp. 11000 perkilonya.

Luas areal perkebunan karet di Rokan Hulu, Riau adalah 343.320 ha dengan produktivitas 61.623 ton. Peluang peningkatan produktivitas tanaman karet masih sangat terbuka di daerah ini. Hal yang mungkin dilakukan dalam rangka peningkatan produktivitas adalah rehabilitasi kebun karet tua maupun rusak dan perluasan areal dengan memanfaatkan sumber daya lahan yang tersedia (ekstensifikasi).

Dikatan Bupati bahwa, tanaman karet telah lama dikenal di Indonesia termasuk dikabupaten rokan hulu dan berkembang luas di masya­rakat dalam bentuk kebun karet campuran atau agroforest karet. Agroforest karet memiliki nilai lebih dari sisi keanekaragaman jenis tanaman (agrobiodiversity), karena tingginya keragaman spesies tanaman selain karet.

Rubber Agroforestry System (RAS), adalah teknologi yang mengintroduksikan bahan tanam karet klonal ke dalam agroforest karet. Teknologi RAS mampu mengakomodasi dan memberikan keleluasaan kepada petani untuk memperkaya kebunnya dengan memilih tanaman sela yang tumbuh dan ditanam di antara karet. RAS 1, salah satu tipe dari teknologi RAS yang setara dengan hutan karet rakyat dengan pengelolaan yang minimal dan penggunaan karet klonal terbukti mampu mempertahankun keanekaragaman jenis tanaman bila dibandingkan dengan monokultur.

Perkayaan jenis tanaman di dalam sistem RAS sangat penting artinya bagi petani karena mampu memberikan nilai lebih dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Dilihat dari sisi agrobiodiversity, perkaya­an jenis tanaman ini sangat penting perannya dalam menjaga kelestarian spesies-spesies tanaman tertentu. (adv/hum)