firdausPekanbaru (SegmenNews.com)– Meski pengumuman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait hasil pemilihan Calon Gubernur Riau (Cagubri) dan Calon Wakil Gubernur Riau (Cawagubri) 4 September kemaren belum diumumkan, namun Firdaus MT, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC)  Demokrat Pekanbaru, mengaku legowo dengan kekalahan Achmad, pada Pilgubri ini.

Menurut Walikota Pekanbaru Firdaus MT, Kamis (5/9) di Kantor Walikota, ini karena masyarakat Riau kini sudah cerdas dalam menentukan pilihan. “Inilah politik dinamika tersurat dan tersirat berbeda, Hasil survey boleh tinggi, tetapi suara mengambang yang mencapai 40 persen di Riau tidak bisa di tebak,” ujarnya.

Firdaus juga mengakui dirinya selaku Ketua Demokrat Pekanbaru tetap akan realistis menilai fenomena ini. Ini bahkan akan jadi bahan pelajaran bagi dirinya untuk membesarkan demokrat kedepan. “Saya masih muda dan hijau di dunia politik. Saya sebagai Ketua Partai akan jadikan ini sebagai pelajaran ke dalam partai,” katanya.

Ketika ditanyakan bagaimana perasaan dirinya saat mendapati kenyataan Achmad alami kekalahan, katanya, Ia akan realistis dalam menilai. “Saya orangnya  realistis menilai, apalagi rakyat kita sudah cerdas dalam berpolitik . Sehingga ini bisa dijadikan peringatan lebih awal untuk mengetahui apa maunya rakyat,” tandasnya.

Rudi, sebagai warga Pekanbaru, mengaku bingung karena sistem pengumuman sementara pemilihan Cagubri dan Cawagubri 2013-2018 mengambang.

“Biasanya hari pertama kita sudah mendapatkan gambaran siapa yang menang, akan tetapi sekarang dengan tidak di gunakannya Lembaga Survey tersebut banyak suara-suara yang bermunculan dengan berbagai versi. Harapan kita kedepan pemerintah memiliki satu lembaga yang pasti dan dini,” tandasnya.

Ketua KPU Riau, Edi Sabli, saat di konfirmasi mengatakan  mereka tidak bertanggung atas hasil quicount yang di umumkan oleh masing-masing tim pemenangan. Yang resmi hasil penghitungan baru akan di umumkan pada pleno KPU tanggal 14 September. (chir/ur)