dbdPelalawan (SegmenNews.com) – Pasca kabut asap, Kabupaten Pelalawan kini mulai mengalami cuaca ekstrim. Salah satu yang harus diwaspadai warga masyarakat dalam kondisi ini adalah dejala demam berdarah (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan Drs. Darwis Alkadam, Msi. melalui Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Diskes Pelalawan, Asril SKM, mengakui sejak Januari 2013 telah terjadi tiga kasus warga terserang DBD. ”Dibandingkan tahun sebelumnya, kasus DBD tahun 2013 jumlahnya turun. Namun kita jangan lengah, terlebih sekarang kondisi cuaca ekstrim dan tidak menentu. Jadi masyarakat diminta waspada akan gejala alam yang tak kondusif, salah satunya gejala DBD,” ujar Kabid P2PL Diskes Pelalawan.

Lebih lanjut diungkapkan Asril, bahwa Bupati Pelalawan telah menggiatkan program Pelalawan Sehat. Hal ini agar masyarakat tidak diserang oleh wabah penyakit baik itu DBD maupun diare yang dipengaruhi oleh cuaca, juga penyakit kaki gajah dan gizi buruk yang masih butuh perhatian bersama. ”Untuk itu kita harus selalu waspada, terutama DBD saat kondisi kemarau setelah hujan tiba. Dengan melakukan pencegahan di lingkungan masing-masing yakni melakukan 3 M, menutup, menguras, dan minimbun. Agar tidak terjadi pengembangan biak jentik-jentik nyamuk demam berdarah di sekitar rumah,” kata Asril lagi.

Penerapan 3 M dalam mengantisipasi DBD lebih efektif dibanding melakukan pemberantasan secara fogging. Karena fogging hanya memutuskan mata rantai saja namun tak mengakibatkan jentik-jentik nyamuknya mati. Tapi justru akan merugikan lingkungan.

”Zat kimia yang terkandung di dalam obat fogging, tidak hanya memberi efek terhadap serangga dan nyamuk namun juga berpotensi mencemari lingkungan. Untuk itu lebih baik mencegah dari pada mengobati, terutama kondisi cuaca alam yang ekstrim dengan membawa wabah penyakit dapat senantiasa diantisipasi,” tambahnya.(den)