bayiPekanbaru (SegmenNews.com)– Aparat kepolisian Polda Riau tengah menyelidiki tiga kasus kematian yang diduga disebabkan kelalaian dan malpraktik seorang bidan EN, di Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Menurut laporan resmi yang diterima Polda Riau pada Senin (30/9) dan di sampaikan kepada wartawan, Rabu, indikasi kasus tersebut dilaporkan oleh warga yang berbeda.

Kasus pertama, dilaporkan terjadi pada 18 Desember 2012 sekitar pukul 09.30 WIB, dengan tempat kejadian di lokasi praktik terlapor EN.

Korban diketahui bernama Nurlela Horbo (23), warga Dusun Air Hitam, Kelurahan Semunai, Kecamatan Pinggir, Bengkalis.

Kronologinya berawal ketika korban melahirkan anak pertamanya di tempat praktik terlapor.

Pelaku ketika itu merendam bayi yang baru dilahirkan pasiennya itu dengan es batu selama setengah jam dengan alasan untuk mengejutkan bayi tersebut.

Kemudian tersangka itu membawa bayi korban ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Desa Basung untuk mendapatkan oksigen, namun bayi tersebut telah meninggal dunia.

Kejadian kedua juga dilaporkan pada Senin (30/9), berlangsung pada 8 Oktober 2012 sekitar pukul 08.00 WIB di Jalan Sialang Rimbun, Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Bengkalis.

Korban diketahui bernama Juleha, merupakan isteri dari pelapor, Wama (27), dengan saksi Tinak yang merupakan nenek korban.

Kronologi kejadiannya menurut laporan yang diterima kepolisian, berawal ketika korban melahirkan bayi dengan dibantu saksi, dengan kelahiran sehat dan normal.

Waktu itu, saksi kemudian memotong serta mengikat tali pusar bayi itu, namun tersangka kemudian memandikannya dengan merendamnya ke dalam es batu.

Alasannya sama dengan korban sebelumnya, yakni untuk mengejutkan bayi yang baru lahir itu.

Menurut keterangan saksi, setelah itu pelaku kemudian menjemur bayi tersebut dan kemudian memberikan lada hitam ke mulut bayi.

Setelah itu, kata saksi, sang bayi kemudian ditidurkan di tempat tidur dan tidak lama kemudian bayi yang baru dilahirkan itu meninggal dunia.

sumber:antara