HR Mambang Mit
HR Mambang Mit

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Kamis (3/10) Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit akan bertemu dengan Menteri BUMN, Menteri ESDM dan Dirut PT PLN Pusat di Jakarta. Hal itu menyusul gerahnya masyarakat Riau terhadap listrik PLN yang kerap padam tak menentu.

Menurut Mambang, dirinya sudah melakukan pertemuan khusus dengan GM PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau terkait persoalan ini, namun tidak ada kepastian berakhirnya krisis listrik ini.

“Belum ada solusi kongkrit, PLN hanya bisa berharap pengadaan genset pada 2014. Kita harus mendesak adanya solusi jangka pendek dulu,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Wagubri telah memanggil GM PLN WRKR baru-baru ini. Dalam pertemuan itu terungkap, PLN tidak memiliki solusi nyata saat ini, dan berharap pembangkit yang dalam masa perbaikan segera beroperasi, debit air PLTA Koto Panjang kembali naik, serta baru mewacanakan penyewaan genset pada Maret 2014 mendatang.

“Dalam menyewa genset tersebut membutuhkan proses sekitar 3 hingga 6 bulan, bukan waktu sedikit, dan pihak provider dari genset tersebut bisa kewalahan dalam mengantisipasi listrik tersebut, bisa jadi order dari provider tersebut dari 500 hingga 600 MW dalam satu waktu, sementara itu proses pelelangan tersebut bisa memakan waktu hingga 2 bulan,”paparnya

GM PLN Riau-Kepri, Dodi Pangaribuan menyadari persoalan defisit daya yang berujung pada pemadaman bergilir selalu terjadi di Riau. Namun anehnya pihak PLN tidak pernah melakukan langkah antisipasi nyata.

“Penyewaan genset terus dilakukan pada maret 2014 mendatang menunggu proses pelelangan tersebut, mesin sewa pun bisa beroperasi jika musim kemarau datang dan kita siap mengantisipasi hal tersebut,”sebutnya

Ia menginginkan agar krisis listrik di Riau tidak terlalu berlarut-larut.” Kita melakukan pertemuan dengan pihak Pemprov Riau untuk menyampaikan kondisi listrik di Riau seperti apa saat ini,”sebutnya,

Dodi berkilah pihaknya telah berupaya melakukan antisipasi. Ia mengatakan PLN terpaksa melakukan pemadaman bergilir akibat tidak siapnya sejumlah pembangkit beroperasi.

Seperti kerusakan yang terjadi di PLTU Ombilin , sebut Doddy, percepatan krisis listrik yang ditawarkan adalah melakukan shift terhadap pegawai di PLTU tersebut untuk memperbaiki.”biasanya kita menerapkan dua shif sekarang menjadi tiga shift untuk memperbaiki PLTU tersebut serta menyelesaikan krisis listrik lebih cepat,”paparnya.

Doddy juga mengharapkan dengan adanya upaya yang dilakukan oleh pihak PLN masyarakat bisa mengerti dengan kondisi defisit listrik yang memang tidak terelakkan itu.”Kami berjanji, pada Oktober 2013, krisis listrik di Riau sudah teratasi,”harapnya

Namun dia juga berjanji akan ada solusi-solusi, baik jangka pendek maupun jangka panjang.”Untuk upaya jangka panjang adalah penambahan suplay arus lewat sejumlah pembangkit lainnya. Nantinya arus akan dipasok lewat jalur interkoneksi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Riau, HR Mambang Mit mengharapkan ada solusi dalam waktu dekat yang dilakukan oleh pihak PLN, “Kita harapkan PLN jangan hanya janji saja yang diberikan, namun segera mengatasi krisis listrik yang menjadi keresahan masyarakat. Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Selatan kenapa bisa ada genset. Kenapa Riau harus sewa genset, padahal di Riau mempunyai sumber energi yang lumayan besar, kenapa tidak itu yang dimanfaatkan,” cetus Mambang.

Selain itu, Wagubri juga berkomunikasi dengan pihak Direktur PLN di Jawa dan Sumatera, agar supply gas yang ada di duri bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik.(lis/ur)