KSEI

Pekanbaru (SegmenNews.com)– PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyelenggarakan rangkaian kegiatan sosialisasi di kota Pekanbaru. Rangkaian kegiatan sosialisasi ini merupakan acara ke-2 kalinya, setelah sebelumnya KSEI mengadakan kegiatan serupa di kota Malang (25/9).
Kegiatan dimulai dengan kunjungan media, kemudian edukasi pasar modal di kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim dan diakhiri dengan sosialisasi ke Perusahaan Efek. Fokus kegiatan sosialisasi ini adalah untuk memperkenalkan kembali sarana yang disediakan KSEI bagi investor pasar modal untuk memantau aktivitas investasinya secara mandiri yaitu fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas).

Kepala Unit Komunikasi Perusahaan KSEI, Zylvia Thirda dalam diskusi bersama wartawan memaparkan bahwa provinsi Riau memiliki potensi ekonomi yang sangat besar namun bagi masyarakat di provinsi ini nampaknya investasi di pasar modal belum menjadi pilihan.

Berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik, dari sensus penduduk tahun 2010 jumlah penduduk di provinsi Riau sudah mencapai 5.538.367 jiwa. Di Riau juga terdapat 671 kantor bank dengan total dana masyarakat yang berhasil dihimpun pada akhir tahun 2011 berjumlah Rp 44,88 triliun yang terdiri dari giro sebesar Rp 10,61 triliun, deposito Rp 11,90 triliun dan tabungan Rp 22,37 triliun.

Angka-angka ini sangat kontras jika dibandingkan dengan data pasar modal yaitu baru tercatat 3.640 investor yang berdomisili di Riau dengan total nilai investasi sebesar kurang lebih Rp 772 miliar. Jumlah Perusahaan Efek yang telah memiliki kantor cabang di Pekanbaru hingga saat ini ada 8 perusahaan.

Otoritas pasar modal Indonesia bukannya tidak memiliki keinginan untuk menaikkan jumlah investor lokal. Berbagai program sosialisasi untuk mengajak masyarakat berinvestasi di pasar modal sudah sangat gencar dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Namun harus diakui bahwa citra yang tertanam dalam benak masyarakat bahwa pasar modal merupakan tempat yang tidak aman untuk berinvestasi, rawan kecurangan dan penyalahgunaan, membuat masyarakat banyak yang masih ragu. Hadirnya fasilitas AKSes dari KSEI merupakan salah satu jurus otoritas pasar modal untuk menjawab keraguan masyarakat mengenai investasi di pasar modal.

“Sebagai sarana transparansi informasi dan perlindungan investor, fasilitas AKSes telah diimplementasikan oleh KSEI sejak tahun 2009. Kesadaran dan peran investor untuk secara aktif melakukan monitoring aktivitas investasinya di pasar modal dengan mengunakan fasilitas AKSes adalah sangat penting. Dengan monitoring secara aktif dan mandiri oleh investor, kita berharap terjadinya penyalahgunaan aset investasi milik investor oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dapat ditekan. Secara industri, kita juga berharap pasar modal kita menjadi lebih bergairah dan menarik bagi investor lokal, karena semua aktivitas menjadi transparan sehingga investor dapat merasa lebih nyaman berinvestasi di pasar modal,” kata Zylvia., Rabu (9/10/2013).

Zylvia menyayangkan fakta bahwa hingga saat ini masih banyak investor yang belum sadar pentingnya fasilitas AKSes. “Secara nasional, baru sebagian kecil investor, yaitu sekitar 13% saja yang sudah memanfaatkan fasilitas AKSes. Dalam berbagai kesempatan, banyak investor belum tergerak untuk memanfaatkan fasilitas AKSes karena merasa sudah sepenuhnya percaya dengan broker atau Perusahaan Sekuritas tempatnya menjadi nasabah. Tentunya ini sangat mengkhawatirkan, karena kita tidak menginginkan terjadi lagi kasus-kasus penyalahgunaan aset investasi nasabah seperti yang pernah terjadi di masa lalu. Kita juga tidak ingin investor kita baru menyadari manfaat fasilitas AKSes ini ketika sudah terlanjur mengalami kerugian karena ulah oknum yang tidak bertanggungjawab”, paparnya.

Khusus untuk provinsi Riau, berdasarkan data per tanggal 8 Oktober 2013, dari 3.640 total jumlah investor yang tercatat berdomisili di Riau, baru 558 yang memanfaatkan fasilitas AKSes atau baru sekitar 15%. Melihat jumlah yang masih jauh dari harapan tersebut, tentunya KSEI akan terus berupaya dan tidak henti menghimbau kepada investor untuk login, salah satunya melalui kegiatan sosialisasi.

Selain dilaksanakan di Pekanbaru, KSEI melaksanakan rangkaian sosialisasi serupa di Malang, Surabaya, Semarang, Makassar dan Jogjakarta. Upaya untuk meningkatkan jumlah investor yang melakukan login ke fasilitas AKSes juga dilakukan dengan terus melakukan pengembangan aplikasinya.

Zylvia menjelaskan hingga saat ini telah dilakukan berbagai pengembangan fasilitas AKSes oleh KSEI. Selain pengembangan aplikasi AKSes Mobile yang tersedia untuk berbagai perangkat smart devices keluaran RIM-Blackberry, Android dan Apple. Berbagai fitur informasi tanbahan seperti status transaksi yang dilakukan di Bursa Efek Indonesia dan perhitungan penyelesaian hak dan kewajiban transaksi juga dapat dilihat melalui fasilitas AKSes.

Demikian juga dalam kaitan dengan penerapan ketentuan mengenai pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN), investor secara mudah dapat memantau keberadaan dana miliknya yang tersimpan dalam RDN. Selain bertemu dengan media dan sosialisasi di kampus, KSEI juga menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bagi Perusahaan Efek yang berdomisili di Pekanbaru.

Dalam sosialisasi ini disampaikan pengembangan terkini layanan jasa KSEI yakni penyediaan modul pembukaan Sub Rekening Efek atau Dana dan pembuatan Single Investor Identification (SID) yang terintegrasi untuk mempersingkat proses pembuatan SID sehingga investor pasar modal dapat lebih cepat melakukan transaksi di pasar modal.***(put)