mekkahRokan Hulu (SegmenNews.com)– Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyatakan bahwa berdasarkan informasi dan laporan rutin yang diterimanya dari Tim Penyelenggara Haji Daerah (TPHD) Rohul Ahmadi SHI dan Damrah SSos, Jamaah Calon Haji (JCH) Rohul pada umumnya mengambil nafar awal ketika melontar Jumroh di Mina.

Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul kepada wartawan di kantornya, Jalan Ikhlas Kompleks Perkantoran Pemerintah, Pasir Pengaraian, Kamis (17/10/2013). Dikatakannya dari 210 JCH Rohul, 199 di antaranya mengambil nafar awal, dan hanya 11 orang yang mengambil nafar tsani.

Dikatakannya, melontar jumroh dibolehkan mengambil nafar awal dan nafar tsani. Nafar awal adalah melontar pada tanggal 10, 11, dan 12 Zulhijjah. Sedangkan nafar tsani melontar pada tanggal 10, 11, 12, dan 13 Zulhijjah, setelah itu para JCH ke Makkah untuk melaksanakan Thowaf Ifadhah, Sai dan Tahallul.

Saat berita ini ditulis, Ahmadi SHI dari Makkah melaporkan bahwa 199 JCH Rohul telah berada di makkah untuk melaksanakan Thowaf Ifadhah, Sai, dan Tahallul. Jika ini selesai, maka JCH Rohul telah selesai melaksanakan ibadah haji dan telah resmi menyandang gelar Haji dan Hajjah.

Sedangkan 11 orang JCH Rohul lainnya, menurut Ahmadi masih berada di Mina untuk melontar pada hari besok, Jum’at 13 Zulhijjah dan setelah itu baru berangkat ke Makkah untuk mengerjakan Thowaf Ifadhah, Sai dan Tahallul. Setelah itu, mereka telah selesai mengerjakan ibadah haji dan telah resmi menyandang gelar Haji dan Hajjah.

Kakan Kemenag Rohul menyatakan, perbedaan mengambil nafar awal dan nafar tsani ini adalah sesuatu yang dibenarkan dalam pelaksanaan ibadah haji. Hal ini tidak ada masalah, semuanya dibenarkan dan sah ibadah hajinya.

Ahmad Supardi Hasibuan menyatakan, bahwa setelah semua JCH selesai melaksanakan ibadah haji, maka Jamaah Haji (JH) Rohul tinggal menunggu waktu pemulangan ke tanah air, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. ***(r4n/rls)