Ratusan massa buruh FSPTI saat melakukan aksi demo PT.HABI Tualang, Siak, Senin (7/10/13) lalu. (dokumentasi SegmenNews.com)
Ratusan massa buruh FSPTI saat melakukan aksi demo PT.HABI Tualang, Siak, Senin (7/10/13) lalu. (dokumentasi SegmenNews.com)

Siak (SegmenNews.com)– Akhirnya hearing dalam penyelesaian perkara bongkar muat di DPRD berakhir ricuh. Pasalnya, PT Hamparan Alam Baru Indonesia (Habi) Desa Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang yang diundang tidak hadir, sedangkan pihak Disnaker hanya diwakili oleh staf, Senin (21/10/13).

Hal itu menjadi pemuci kemarahan sejumlah Federasi Serikat Pekerja Tranport Indonesia (FSPTI) Kabupaten Siak di aula rapat DPRD komisi .

Hearing yang dipimpin Ketua komisi I DPRD Siak Mutarom dihadiri anggotanya Agus Salim, Salomo, Zulfi Mursal, Darmadi, Syahrul, dan Azwar, serta Abdul Muis, terlihat untuk meredakan emosi para anggota FSPTI yang geram karena pihak perusahaan tidak hadir.

Anggota FSPTI menganggap anggota dewan tidak mampu atau tidak serius untuk menyelesaikan masalah bongkar muat yang menjadi polemik. Pernyataan Salomo salah satu anggota komisi I yang berusaha memberikan penjelasan tentang hearing hari ini dan dijelaskan bahwa DPRD hanya untuk mediasi dan untuk keseluruh keputusan tergantung perusahaan dan Dinas tenaga Kerja (Disnaker) Siak semakin mengundang kemarahan anggota FSPTI.

“Saya memilih kalian, tetapi tak bisa menyelesaikan masalah kami,” kesal RL anggota FSPTI.

Ketua komisi I DPRD Siak Muhtarom menyesalkan atas terjadinya aksi tersebut, dan dalam permasalahan ini nantinya akan kembali digelar pada Rabu (23/10/13).

Dia berharap Pemkab Siak yakni Disnaker Siak agar menyurati pihak PI.HABI untuk datang dalam hearing tersebut agar seluruh permalasahan dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya.

“Tentunya kita menyesalkan kejadian ini, dan kesepakatan kita maka akan kembali digelar pada rabu mendatang. Selain itu diharapkan Pemkab Siak dapat menyurati pihak perusahaan,” terang Muhtarom.

Anehnya, dalam kericuhan tersebut tak satupun anggota kepolisian dan Polisi Pamong Praja dilokasi hearing yang ricuh. satu persatu anggota FSPI dan Dewan mulai pergi meninggalkan ruang rapat.

Sebelumnya, Senin (7/10/13) ratusan massa tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Tranfortasi Indonesia (FSPTI) melakukan aksi demo di PT Hamparan Alam Baru Indonesia (HABI). ***(rinto)

 

Baca juga Berita Terkait: Ratusan Buruh FSPTI “Serbu” PT HABI Tualang