perPangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Setelah empat bulan tinggal serumah tanpa ada ikatan perkawinan. Akhirnya sebut saja Gadis (20) warga desa Tanjung Puyuh, Kecamatan Pangkalan Lesung melaporkan pacarnya JR (25) ke Polres Pelalawan.

Gadis merasa selama ini ditipu oleh sang pacar yang menjanjikan akan menikahinya dan merenggut keperawanannya.

Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melalui Kasubag Humas AKP Lumban Toruan membenarkan adanya laporan kasus tersebut.

“Lapornya telah kita terima, Sabtu (26/10/13) kemarin dan kini sedang di tangani oleh Sat Reskrim Polres Pelalawan dan pelakunya masih dalam lidik,” ujarnya.

Dijelaskan Kasubag Humas, bahwa kejadian itu berawal korban yang telah tamat sekolah ikut orang tuanya tinggal di desa Tanjung Puyuh. Dan diminta untuk menjemput ijazahnya di kampung di Kabupaten Aek Kanopan, Sumatra Utara. Setelah diberi uang korban berangkat di temani oleh pacarnya JR pada bulan Juli 2013 silam.

Karena percaya dengan JR, maka orang tua korban di lepas berangkat dengan menumpangi BUS. Namun ditengah perjalanan korban di ajak pacarnya untuk turun ke daerah Kandis, dengan alasan ingin bertemu saudaranya. Tanpa ada rasa curiga korban menurut ajakan pacarnya tersebut.

Tetapi setibanya di Kandis, korban di larang untuk melanjutkan perjalanan dan di janjikan bekerja di daerah Sontang di kantor PT Riau Anugrah Sentosa (RAS). Setelah bekerja ternyata iming-iming mendapat posisi orang kangtoran malah korban bekerja sebagai buruh harian lepas (BHL) dan diminta mengaku kalau mereka sudah menikah.

Lalu keduanya tinggal serumah di perumahan PT RAS dan awal hubungan badan terjadi. Walau sempat menolak, tapi berkat bujuk rayu pacarnya yang mengaku akan bertanggung jawab. Akhirnya Gadis pasrah, perbuatan suami istri itu terus berlanjut.

Namun setiap kali, Gadis meminta pertanggung jawaban, pacarnya selalu mengulur waktu dengan alasan orang tuanya sakit. Pacar Gadis juga mengancam akan menyebarkan vidoe hubungan suami istri mereka yang di rekam melalui kamera ponselnya.

Sudah tidak tahan di jadikan budah sek, setelah di larikan tanpa ada kepastian untuk di nikahi akhirnya korban berhasil kabur ke rumah orang tuanya. Atas nasib yang menimpanya langsung di sampaikan. Tidak terima kejadian itu akhirnya korban didampingi ibunya Nr (40) mendatangi Polres Pelalawan untuk membuat pengaduan resmi. ***(fin)