Bengkalis (SegmenNews.com)- Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (FSPTI) Bengkalis kecewa terhadap pelayanan PT Jamsostek. Pasalnya, hingga kini santunan untuk anggota FSPTI meninggal Dunia dilokasi kerja belum disetujui.

Jika tuntutan FSPTI tak juga direalisasikan, maka 157 anggota FSPTI Kabupaten Bengkalis mengancam akan mengundurkan diri PT jamsostek.

“Jika solusi menemui buntu maka kita benar-benar akan mengudurkan diri dari PT. Jamsostek Dumai,” ujar Masuri, Ketua FSPTI Bengkalis, H Masuri SH, Senin (28/10).

Dilanjutkannya, bahwa FSPTI tetap menuntut PT Jamsostek agar memenuhi sesuai dengan kesepakatan bersama yakni mendapat bantuan sebesar Rp 80 juta bukan Rp 20 juta bagi korban meninggal dunia.

Beberapa hari yang lalu pihak PT Jamsostek datang ke sekretariat FSPTI dijalan Jendral Sudirman dalam rangka penyelesaian masalah anggota FSPTI yang meninggal saat bekerja. Namun kedatangan PT beberapa hari yang lalu itu belum juga bertemu titik jalan penyelesaiannya.

“Tapi kami akan tetap sabar hingga batas waktu yang telah kami tetapkan, sebab dalam waktu dekat Pihak Jamsostek akan datang ke Bengkalis lagi atas undangan FSPTI dalam rangka sosialisasi dan juga membahas untuk penyelesaian anggota FSPTI yang kecelakaan saat bekerja hingga meninggal,” ungkap Masuri datar.

Dalam hal jaminan anggota FSPTI yang meninggal saat bekerja, Masuri berharap pada PT. Jamsostek untuk bersikap bijak dengan penuh kearifan.

“Jamsostek janganlah mudah menyalahkan para pekerja jika ada kecelakaan saat bekerja, karena apapum permasalahannya para anggota FSPTI Bengkalis sudah terikat dengan perjajian PT. Jamsostek yang tidak bisa diganggu gugat lagi,” kesal Masuri.***(rn.ur)