ilustrasi
ilustrasi

Siak (SegmenNews.com) – Chaidir, ayah dari pasien balita bernama Cahaya (1,2) yang meninggal di Puskesmas yang berada di Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, karena pelayanan buruk dari Puskesmas itu beberapa waktu lalu, akhirnya mengadu dan mendatangi kantor DPRD Kabuapten Siak sekitar pada Pukul 14.00 wib, Kamis (7/11).
Kedatangan Chaidir hari itu tidak sendiri, Ia datang bersama Sutrisno danjuga beberapa warga lainnya. Sutrisno merupakan salah satu keluarga pasien yang juga menjadi korban dari buruknya pelayanan Puskemas yang ada di Lubuk Dalam itu pada bulan Oktober lalu.
Kedatangan Chaidir dan Sutrisno siang itu diterima langsung oleh Anggota DPRD Siak dari Komisi I. Selain melaporkan mengenai kejadian beruk yang yang menimpa putrinya (Cahaya) sewaktu berobat di Puskesmas itu, Chaidir bersama empat orang warga dari Kecamatan Lubuk Dalam ini juga melaporkan mengenai pelayanan buruk dari Puskesmas tersebut.
Mendapat adanya pengaduan dari masyarakat, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Siak, Muhtarom segera menghubungi Dinas Kesehatan untuk memberikan penyataan resmi terkait persoalan itu.
Terpantau hari itu, dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Siak, hanya dihadiri oleh Kabid Pelayanan, Dr. Nurplita.
Sementara itu, Kadiskes Kabuapten Siak, dr. Tony Chandra di kabarkan tengah berda di luar Kota sehingga tidak bisa menghadiri hearing hari itu.
Terkait pengaduan masyarakat mengenai pelayanan dari Puskesmas di kecamatan Lubuk Dalam itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Siak, Mutharom mengatakan, pihak dari Dinas Kesehatan berjanji akan melakukan pembenahan terhadap Puskesmas yang ada di Kecamatan Lubuk Dalam itu. Hasil hearing yang telah berlangsung tadi, kelihatan kedua belah pihak sudah bisa saling memahami.
” Pertemuan masih akan dilanjutkan karena saat ini tidak semua pihak hadir. Untuk kasus yang menimpa keluarga pasien (Chaidir), Komisi I belum bisa memutuskan, karena terlalu dini memutuskan apakah ini merupakan kesalahan salah satu pihak. Namun kita minta kepada Kepala Dinas Kesehatan untut menyelidiki permasalahan ini. Kita minta Dinas Kesehatan bisa bertindak lebih tegas dalam hal ini. Karena pelayanan kesehatan dengan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Mutharom.
Dari hearing tadi, lanjut ketua Komisi I DPRD Siak ini, pihak Disskes yang diwakili berjanji akan melaporkan hal itu kepada Kapala Dinas Kesehatan. Ia juga mengatakan akan mengunjungi rumah dari keluarga pasien ituTerkait persoalan yang menimpa anak dari Chadir, salah satu warga
Sambung Mutharom, masyarakat juga mengeluhkan adanya Dokter yang membuka praktek pada jam kerja. Mutahrom memaparkan dirinya juga telah meminta kepada Dinas Kesehatan untuk bisa bertindak tegas akan hal itu, karena Dokter tetap harus tetap mengutamakan pelayanan di Puskesmas dan bukan malah membuka praktek.
” Kita menganggarkan 70 M untuk dana kesehatan. Seharunya dengan anggaran sebesar itu pelayanan sudah bisa maksimal. Untuk dokter juga tidak perlu berkecil hati dengan pengobatan gratis, karena mereka juga menerima uang dari pelayanan yang mereka berikan, cuma memamng tidak langsung cash, tapi dalam bentuk claim,” katanya.
Dilain pihak, terkait hearing yang telah berlangsung itu, Chaidir menjelaskan kedatangan mereka bertujuan agar pelayanan kesehatan dari Puskesmas itu bisa lebih baik lagi. Ia mengaku hasil pertemuan hari itu akan kembali dilanjutkan pada hari Rabu mendatang.
” Kita melapor karena kita tidak ingin kejadian sepert ini terjadi lagi, karena kejadian ini sudah terjadi dua kali, dan sampai saat ini belum ada perubahan dari Puskesmas itu. Kita hanya meminta agar pelayanan itu bisa berubah dan kita juga minta Dinas Kesehatan bisa bertindak tegas, khususnya terhadap dokter yang membuka praktek pada jam kerja,” katanya.
Mengenai pernyataan dari beberapa petugas medis yang menyebut bahwa anaknya meninggal sebelum dibawa kerumah sakit, Chaidir menampik dengan keras tudingan itu.
” Saat itu saya marah-marah, tubuh anak saya saat itu juga masih kejang-kejang karena kesulitan bernapas dan petugas medis juga memberikan bantuan napas dengan menggunakan selang oksigen. Kalau memang anak saya sudah tiada, kenapa harus dikasih selang oksigen,” ujarnya Chaidir dengan nada meninggi.
Ia berharap Pemerintah melalui Dinas Kesehatan bisa serius untuk mengatasi persoalan pelayan buruk dari Puskesmas itu dan mengmbil tindakan tegas dari kejadian yang telah menimpa keluarga pasien.