Koraban Lakalantas saat berada di dalam ambulan yang dihentikan polisi di depan Mapolres Rohul
Korban Lakalantas saat berada di dalam ambulan yang dihentikan polisi di depan Mapolres Rohul

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Ambulans milik Rumah Sakit Daerah (RSUD) Kabupaten Rokan Hulu yang mengangkut empat pasien tabrakan usai mendapatkan perawatan dari Rumah sakit menuju kampung halaman mereka, Paya Kumbuh, Sumatera Barat sempat tertahan hampir satu jam di pinggir jalan depan Mapolres Rokan Hulu.

Diakui seorang polisi, mereka memang menghentikan ambulans untuk memeriksa sopir mobil Carry Lakalantas yang berada di dalam ambulan. Walaupun sempat tarik ulur dengan keluarga pasien sebab sopir Carry mau diperiksa, namun karena keluarga korban menolaknya dengan alasan memegang kaki korban patah kaki, akhirnya ambulanpun berlalu mengantarkan korban lakalantas ke Payakumbuh.

Penghentian itu menjadi tontonan warga, bahkan anak-anak memadati pintu ambulan hendak melihat korban di dalam ambulan yang kesakitan dan menangis.

Empat korban Lakalantas didalam ambulan yakni, Nasril Effendi (45) supir mobil Suzuki Carry BA 8059 CN yang bertabrakan dengan mobil Toyota Avanza, Endi (30) mengalami luka-luka dan patah kaki, Gusman (52) mengalami syok dan luka-luka diwajah, dan Imar (50) mengalami luka di kaki. Mereka merupakan pedagang sayur-mayur asal Sumbar yang hendak berdagang di Pasirpangaraiyan.

Imar, kepada wartawan mengaku kehilangan uang sejumlah Rp 1,5 juta berikut seunit Hp miliknya pasca kecelakaan itu.

“Uang saya hilang Rp 1,5 juta dan Hp, ntah siapa yang mengambil waktu kecelakaan itu,” keluhnya.

Disamping itu, Wartawan yang mencoba konfirmasi keruangan Kasatlantas, ada kejaggalan, para wartawan melihat seorang keluarga korban berinisial UD yang tinggal di Ujungbatu menyelipkan uang pecahan ratusan ribu dan cukup tebal ke kantong celana seorang personil polisi di ruang Satlantas Polres Rohul.

Diduga, uang tersebut sebagai jaminan bahwa sopir Carry yang kabarnya pelaku utama penyebab kecelakaan akan datang lagi ke Mapolres Rohul untuk menjalani pemeriksaan.

UD saat mencari materai keluar Mapolres, kepada wartawan dia membenarkan uang tersebut diberikan ke personil Satlantas. Namun katanya bukan terkait kejadian, melainkan uang untuk membeli pompa bensin mobil.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Rohul AKP Rustam ketika dikonfirmasi terkait pemberian uang dari keluarga korban Lakalantas membantah menerimanya. Namun ia berjanji akan memanggil anak buahnya yang dikabarkan menerima uang dari UD untuk ditanya.

“Nanti akan saya tanya anak buah saya, apa benar dia terima uang dari keluarga korban,” janjinya.

Sementara itu, Lakalantas terjadi, Sabtu (9/11/13) sekitar pukul 08:00 Wib di Jalan Umum Kilometer 159/160 Desa Sei Kuning, Kecamatan Rambahsamo antara mobil carry dan avanza.

Awalnya, Suzuki Carry yang dikemudikan Nasril Efendi membawa tiga penumpang melaju dari arah Ujungbatu. Namun saat akan mendahului truk nopol BM 9412 LV dikemudikan Junaidi, bumper depan Carry menabrak kanan belakang truk sehingga sopir pick up ini lepas kendali.

“Karena lepas kendali, mobil Carry menabrak sebuah mobil Toyota Avanza nomor polisi BM 1228 NE dikemudikan oleh Suherman (41) yang dari arah Pasirpangaraian. Penumpang mobil Avanza tidak apa-apa, namun bagian depan mobilnya remuk,” Kata Kapolres Rohul AKPB H Onny Trimurti Nugroho, melalui Kapolsek Rambahsamo Iptu Dasril.***(r4n)