Mester H. Hamzah, S.Ag. Anggota DPRD Siak dari Fraksi PKS
Mester H. Hamzah, S.Ag. Anggota DPRD Siak dari Fraksi PKS

Siak (SegmenNews.com) – Dongeng yang disampaikan dengan baik kepada anak dinilai anggota DPRD Siak, Mester Hamzah, S.Ag, akan menjadi sarana efektif dalam mendidik anak sehingga bisa menciptakan generasi berkarakter.

Karena itu, ujar Mester yang menghadiri acara pelatihan mendongeng bagi Guru PAUD dan TK se Kabupaten Siak yang berlangsung di Gedung Tengku Mahraru, Siak, Selasa (12/11-2013), untuk bisa menjadi pendongeng yang baik, maka diperlukan tenaga pendidik usia dini yang mahir mendongeng.

Demikian disampaikan anggota DPRD Siak Mester Hamzah SAg kepada wartawan selepas menghadiri pelatihan mendongeng untuk guru pendidikan anak usia dini (PAUD) dan guru taman kanak-kanak (TK) se-kabupaten Siak Selasa (12/11) di gedung Tengku Mahratu-Siak.

Mester mengungkapkan bahwa acara yang digelar Yayasan Insan Cendekia Muda Islam (ICMI) bekerja sama dengan Ikatan Guru PAUD dan TK kabupaten Siak tersebut, adalah hal yang sangat positif dan mencerminkan ketanggapan akan upaya peningkatan kualitas pendidikan sejak dini.

Apalagi, dongeng dapat menjadi bagian dari upaya berhasilnya pendidikan berkarakter dimana untuk mewujudkannya harus ditunjang oleh tenaga pendidik yang bisa mendongeng dengan perbendaharaan dongeng yang luas.

“Makanya kita sangat apresiatif atas gelaran pelatihan mendongeng ini,” ujarnya.

Anggota Komisi III DPRD Siak ini berharap, peserta pelatihan yang mencapai 250 guru PAUD dan TK se kabupaten Siak ini dapat betul-betul mencerna segala materi yang akan disampaikan narasumber. Apalagi, narasumber yang dihadirkan sangat kredibel yakni seorang trainer dongeng Nasional, kak Bimo dari Jogjakarta.

‎​Dongeng di tangan guru, lanjutnya, akan menjadi media pembelajaran yang menarik karena sarat nilai dan mengusir rasa jemu dari perasaan anak-anak didiknya.

Kemudian, agar seorang guru bisa menjadi master dongeng bagi anak didiknya, tiada jalan lain selain guru harus serius belajar dan berlatih tentang seluk beluk dan tatacara mendongeng yang baik sehingga penyampaiannya tidak monoton dan kisahnya bervariasi merujuk tumbuh kembang anak didik.