Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, membuka secara resmi kegiatan Expo Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatussalam Mahato Kec Tambusai Utara, bersempena dengan peringatan tahun baru 1435 Hijriyah, Selasa (12/11/2013) bertempat di kampus Ponpes Raudhatussalam Mahato.

Hadir dalam acara tersebut Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Pembina Yayasan Al-Fajar H Fajar Nasution, Drs Hajrul Aswad Ritonga, Ketua Yayasan Efan Elan Nasution SPd, Pimpinan Ponpes KH Drs Magfur Abdul Halim, Kepala Madrasah Indriawan Fahlimi SPdI, Kepala SMUN 4, Orang tua santri, tokoh agama, tokoh masyarakat, majelis guru, santri/santriwati, dan seluruh civitas akademika Ponpes.

Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyampaikan rasa kegembiraannya atas kegiatan ini, sebab kegiatan ini menampilkan karya dan kreatifitas santri/wati, selaku calon pemimpin umat, agen of change, dan duta-duta pembaharu masyarakat di masa datang.

Kegiatan Expo Ponpes ini menampilkan berbagai karya dan kreatifitas santri, meliputi kerajinan tangan yang bernilai seni tinggi, bengkel mesin dan listrik, pengolahan dan hias taman, tata boga, olahraga seni bela diri, pengolahan jus dan berbagai kue lainnya, jahit menjahit, aplikasi komputer, hias pengantin, perpustakaan, foto memoto, dan lain sebagainya.

Hasil karya dan kreatifitas ini, semuanya sangat bermanfaat bagi santri/wati dalam mengarungi kehidupan di masyarakat. Saat ini masyarakat kita membutuhkan karya dan kreatifitas, sehingga mampu membimbing masyarakat untuk keluar dari kemiskinannya, tegas Ahmad Supardi.

Ahmad Supardi tidak lupa memberikan apresiasi atas kemajuan Ponpes Raudhatussalam. Dulu ketika saya datang ke sini, santrinya belum banyak, tetapi saat ini Alhamdulillah telah mencapai 500 orang. Sebuah trend perkembangan yang luar biasa, bila dibandingkan dengan yang lainnya.

Ahmad Supardi juga menyatakan bahwa system pendidikan Ponpes ini, banyak dicopy paste oleh lembaga pendidikan yang menamakan dirinya sekolah internasional, seperti boarding school (asrama), penggunaan bahasa internasional Inggris dan Arab, memiliki kurikulum sendiri, penanaman kemandirian, dan pembinaan karakter keislaman dan keindonesiaan. Ini aslinya milik Ponpes dan sekarang dicontoh orang lain, tegasnya.

Ahmad Supardi tak lupa memotivasi para santri sebagai calon pemimpin umat, pembawa perubahan, dan motivator produktif di masyarakat.***(r4n)