Putro warsito.jpgKeinginan yang Keras membantu masyarakat, ternyata mampu menjadi energi luar biasa bagi suami Sri Siani ini untuk
mempersiapkan strategi berjuang demi masyarakat.

Jiwanya juga sangat komunikatif dan selalu menghargai pendapat orang lain, termasuk kepada warga disekitarnya.

Sosok Putro warsono ini tak asing lagi bagi masyarakat Desa Sialang Rindang, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu. Sebab dia adalah Kepala Desa disana.

Selama menjabat Kepala Desa, dia banyak mengetahui apa yang dibutuhkan dan diidamkam masyarakat di Pedesaan. Baik peningkatan infrastruktur, sarana dan prasarana Desa, sekolah, ekonomi dan lainnya. Namun semasa jabatannya, diakuinya banyak yang belum bisa dicapainya atau diperjuangkannya untuk masyarakat.

“Saya sering menyampaikan kebutuhan masyarakat melalui Musrenbang. Tapi susah terealisasi,” kata Putro saat berbincang- bincang dengan SegmenNews.com di PasirPangaraian.

Apalagi katanya, yang sangat dibutuhkan masyarakat Desanya adalah infrastruktur jalan. Sebab sebagian besar penghasilan masyarakat adalah perkebunan sawit dan karet, jika jalan tak memadai, maka tentunya ekonomi masyarakat akan terganggu.

Mirisnya, akibat insfrastruktur jalan tak memadai, tak jarang masyarakat terpaksa melansir hasil kebun untuk di jual keluar  yang tentunya mengeluarkan biaya lansir itu.

“Kalau terus mengeluarkan biaya melansir hasil kebun, apalagi untung masyarakat. 20 kilometer di Desa itu masih jalan tanah, memang sekarang sedang pengerjaan pengaspalan jalan, tapi cuma 1 KM,” imbuhnya.

Belum lagi sarana dan prasarana sekolah yang saat ini masih sangat membutuhkan bantuan dari pihak terkait. Banyaknya kebutuhan masyarakat yang belum terealisasi. Baginya menjabat seorang Kepala Desa dirasa belum cukup ampuh untuk mengatasinya.

Akhirnya, pria yang memiliki anak 2 ini memutuskan dan rela melepaskan jabatan Kepala Desanya dan ingin memperjuangkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat selama ini di DPRD. Untuk itu, dia bertekad untuk maju di Pemilihan Legislativ (Pileg) tahun 2014 mendatang di Dapil II.

Pemilihan partai dalam pencalekannya juga tak main-main. Partai besar Golongan Karya (Golkar) dipilih lebih menyuarakan suara rakyat. Namun untuk itu, dukungan masyarakat sangat dibutuhkannya.***(r4n)