Jenazah korban usai di evakuasi
Jenazah korban usai di evakuasi

Langgam (SegmenNews.com)- Setelah di lakukan dua hari pencaharian akhirnya Kusman Haryadi (15) yang hanyat dalam sungai Kampar, kecamatan Langgam. Korban ditemukan sudah tewas dalam kondisi tubuh membengkak, Selasa (26/11) sekitar pukul 07.30 WIB.

Kapolres Pelalawan AKBP Aloysius Supriyadi SIK MH melalui Kapolsek Subsektor Langgam Iptu Ahmad Z Rafiqi SH, membenarkan adanya penemuan siswa MTS yang tenggelam saat mandi di dekat ranah Balai Anjungan Langgam, Minggu (24/11) lalu.

“Korban ditemukan sudah tidak bernyawa oleh tim Basarnas yang turun bersama dengan kepolisian, Tagana, dan Warga. Dengan kondisi mengapung sekitar 20 meter dari lokasi tenggelam,” ujar Kapolsek.

Namun setelah jenazah korban di evakuasi, langsung dibawa ke Puskesmas Langgam untuk dilakukan visum. Usai dilakukan visum Kemudian keluarga membawa ke rumah duka di RT06/RW04, kelurahan Langgam, kecamatan Langgam, untuk di kebumikan di pemakaman umum Langgam.

“Dari hasil pemeriksaan visum dokter tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Jadi keluarga menerima atas musibah tersebut dan dibawa pulang untuk dikebumikan,” ungkap mantan Kanit Intel Polsek Bukit Raya, Pekanbaru tersebut.

Sementara kasus tenggelamnya siswa MTS itu saat bersama empat teman sekolahnya mandi di depan balai Anjungan Langgam. Setelah banjir meluap hingga ke halaman. Walau mereka sudah biasa mandi berenang, namun naas bagi Kusman yang terlelap saat dibawa arus.

Sedangkan temannya yang awalnya mengira korban bercanda mandi sambil menyelam. Sempat memberikan pertolongan, tapi tidak berhasil kerena tangan korban terlepas saat tubuhnya terbawa derasnya sungai Kampar tersebut. Kemudian tim gabungan dari kepolisina, Basarnas Riau, Tagana pelalawan bersama warga melakukan pencaharian terkait tenggelanya Kusman.

Tetapi upaya pencaharian hingga dua hari baru mendapatkan hasil, setelah kondisi air cukup deras. Korban ditemukan setelah mengapung dalam kondisi sudah tidak bernyawa. ”Korban ditemukan mengapun galam kondisi utuh, tapi bagian hidung dan telinga mengeluarkan darah. Untuk itu kita minta warga terutama anak-anak agar tidak mandi berenang sembarangan, setelah kondisi air sungai cukup dalam akibat banjir meluap,” tambah Rafiqi.***(fin)