Pekanbaru (SegmenNews.com)- Calon Gubernur Riau Herman Abdullah mempertanyakan hasil hitung cepat “quick qount’ yang dilakukan Indobarometer (IB) pada Pilkada Riau putaran kedua yang dilaksanakan pada Rabu (27/11/2013).

“Saya kaget juga dengan hasil hitung cepat yang dilakukan Indobarometer. Masih harus dipertanyakan hasilnya dengan alasan beberapa faktor,” katanya, Kamis (28/11/2013).

Faktor pertama yang membuatnya harus dipertanyakan adalah jumlah sampel yang hanya terdiri dari 300 TPS. Padahal Pilkada Riau memiliki jumlah TPS 11 ribu lebih.

Oleh sebab itu, dia belum begitu yakin dengan hasil tersebut dan lebih memilih menunggu hasil hitung manual oleh KPU. Penghitungan manual dari penyelenggara Pilkada sendiri saat ini masih di tingkat kelurahan/desa.

Faktor kedua yang membuat hasil hitung cepat belum layak dijadikan patokan adalah cepatnya waktu penghitungan. Menurut Herman pada pukul 13.30 WIB hingga pukul 14.00 WIB sudah terlihat penghitungan cepat tersebut.

“Padahal di tingkat TPS baru mulai menghitung. Jadi masih harus dipertanyakan hasil tersebut,” lanjut Herman Abdullah.

Ia pada dasarnya mengaku “fair” dan menerima hasil tersebut. Tapi hal di atas menjadi catatan tersendiri baginya. Jika ia menolak hasil tersebut publik menurutnya akan menyangka ia hanya banyak cerita kalau kalah.***(knc)