resesSiak (SegmenNews.com)- Selain masalah infrastruktur jalan, listrik dan air, pelayanan publik yang selama ini telah diinstruksikan Pemerintah agar menjadi pelayanan prima, ternyata masih menjadi keluhan masyarakat terutama terkait pelayanan kesehatan baik di puskesmas maupun Rumah sakit.

Hal ini terungkap dalam gelaran reses III tahun 2012 yang dilaksanakan Ketua DPRD Siak Zulfi Mursal SH dan Suyud S.Pd di beberapa Kecamatan lingkup dapil 1, salah satunya di Kecamatan Bungaraya pada Sabtu malam lalu.

Salah seorang warga Bungaraya, Karsiman menilai pelayanan kesehatan didaerahnya masih pilih kasih, dipilah dan dipilih sehingga terkesan ada Jamkesmas dan Jam emas.

“Ketika melayani pasien, para petugas akan melihat, apakah pasien tersebut datang dengan membawa jamkesmas atau jam emas, nah, kalau dengan jaskesmas pelayanan lambat dan seadanya sedangkan yang jam emas (istilah untuk pasien mampu/kaya-red), pasti didahulukan dan servis abis,” ungkapnya.

“Mohon kepada bapak Dewan, hal ini disampaikan kepada Pemkab, karena bukankah telah diinstruksikan agar masyarakat dilayani secara prima,” lanjutnya seraya disambut tepuk tangan ratusan warga yang memenuhi arena reses di desa Dayang Suri Kecamatan Bungaraya.

Masih terkait kesehatan, warga juga berharap adanya pelayanan penuh dari RSUD Siak, sehingga pasien tidak harus dirujuk ke Pekanbaru. “Namanya orang sakit ya pak, kita maunya kan tidak dibawa jauh-jauh, cukup di daerah kita saja, lha wong sudahlah sakit, mesti harus menempuh perjalanan jauh, kan makin sakit jadinya, iya kalau selamat dijalan, kalau tidak? kan malah makin repot toh ?” ujarnya dengan logat jawanya yang kental.

Terkait pelayanan pilih kasih yang disebutkan warga, baik Zulfi maupun Suyud, berjanji akan segera menindak lanjutinya dengan melakukan konfirmasi kepada pihak terkait karena kalau hal tersebut benar adanya, jelas telah mengabaikan misi pelayanan prima yang jadi penunjang perwujudan terciptanya pelayanan terbaik di Riau pada 2016 mendatang.

Sedangkan terkait pasien yang dirujuk, dijelaskan Zulfi sangat berkaitan dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) kesehatan itu sendiri. “Kalau soal peralatan medis, sebetulnya RSUD Siak sudah terbilang cukup, namun kendala lebih pada tenaga medis atau juru operasionalnya, kita masih kekurangan SDM dibidang tersebut dan ini juga sudah menjadi pemikiran kita bersama untuk dicarikan jalan keluarnya, harap masyarakat bersabar,” terangnya.***(adv/ra)