Murid SDN 120 yang kebanjiran melaksanakan ujian di pabrik PT ACI
Murid SDN 120 yang kebanjiran melaksanakan ujian di pabrik PT ACI

Pekanbaru (SegmenNews.com) – Ujian murid SDN 120, terpaksa dilakukan disebuah pabrik kayu tua, Jalan Pesisir, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru. Kerena sekolah mereka terendam banjir, Senin (9/12/2013).

Menurut Kepala SDN 120, Rosmaida, kegiatan ujian di kawasan ini merupakan hari pertama, dan bila banjir tak juga surut, kemungkinan besar ujian di tempat ini akan berlangsung hingga ujian selesai beberapa hari mendatang.

“Ruang kelas di SD terendam, sudah sampai sepinggang anak-anak ini, jalan menuju sekolah juga parah, airnya tinggi, akses murid dan gurupun terhambat, susah masuk, kadang-kadang harus berjalan kaki, karena tak bisa dilewati motor, kan tidak semua murid dan guru yang tinggal di dekat sekolah, tapi yang penting sekarang anak-anak bisa ujian, inilah persiapan kita,” ujar Rosmaida sambil menunjuk tikar yang menutupi lantai semen dan meja lipat yang tidak banyak.

Namun dengan kondisi seperti itu, Rosmaida menuturkan tidak ada satupun murid yang tidak masuk ujian, “Kelas satu sampai kelas enam hadir semua,” ujarnya seraya berharap agar kondisi ini bisa diperhatikan pihak Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

“Kalau sekolah bisa ditingkat, lebih baik, kalaupun banjir dibawah bisa dipindahkan keatas. Mungkin dinas tak bisa memperhatikan karena masuk sini saja tak bisa masuk.”

Masih menurut Rosmaida, dirinya juga berharap agar Jalan Pesisir menuju sekolahnya itu juga ditinggikan, “seperti jalan nelayan itu masih bisa dilewati, walaupun kawasannya banjir, tapi jalannya tidak kena,” katanya.

Sementara itu, seorang warga bernama Rinaldi mengungkapkan bahwa pabrik yang digunakan para murid ini merupakan bekas pabrik kayu PT Alam Ceria Indah (ACI). “Ruangan itu bekas tempat oven pengeringan kayu, semalam lokasi ini kotor, lalu masyarakat sekitar gotong royong membersihkan karna tak ada tempat lain,” katanya.

Dijelaskan Rinaldi, tempat ini juga pernah dipakai para murid SDN 120 pada tahun 2008 lalu, “tapi saat itu belum ujian,” tutupnya.***

Sumber : Tribun Pekanbaru