kahmiRokan Hulu (SegmenNews.com)- Ketua Korps Alumni HImpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Rokan Hulu (Rohul) Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, buka secara resmi Latihan Kader I (LK I) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pasir Pengaraian, Kamis (12/12/2013) bertempat di aula Kantor Kemenag Rohul, Pasir Pengaraian.

Hadir dalam acara tersebut Ketua KAHMI yang juga Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, alumni HMI Rohul Jenewar, mantan Ketua HMI Cabang Pekanbaru Lupita Sari, Ketua HMI Pekanbaru Ary Nugraha, Ketua Badan Pengelola Latihan HMI, Ketua Komisariat UPP Syukri, dan 20 orang peserta LK I yang berasal dari mahasiswa UPP Pasir Pengaraian.

Ahmad Supardi Hasibuan menyatakan bahwa HMI adalah organisasi kader yang telah banyak melahirkan kader-kader terbaik bangsa, yang bergerak dalam bidang birokrasi pemerintahan, pengusaha handal, tokoh-tokoh politik ulung, akademisi ternama, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan bahkan pernah menjadi Wakil Presiden RI yaitu HM Jusuf Kalla.

Keberhasilan kader-kader HMI ini di panggung multi profesi adalah didasari pada pergerakan kader HMI dalam bidang keilmuan dan pemikiran serta aplikasinya, sehingga para alumni HMI senantiasa eksis dimana sajapun ia berada dan profesi apapun yang digelutinya, sebab kehadirannya selalu dibutuhkan orang lain, terang Ahmad Supardi.

Ahmad Supardi berharap agar anak-anak HMI jangan ragu untuk berorganisasi, sebab berkiprah di HMI akan mendapatkan pengalaman-pengalaman berharga yang tidak didapatkan di kampus. Mari kita jadikan HMI adalah kampus kedua, setelah kampus tempat kita menimba ilmu pengetahuan.

Ahmad Supardi memotivasi para kader HMI, agar senantiasa bergerak dengan ilmu pengetahuan, sebab masa depan suatu bangsa sangat ditentukan oleh orang-orang yang berilmu pengetahuan. Makanya, salah satu tujuan HMI adalah mencetak insane-insan akademis, pencipta dan pengabdi.

Ciri utama dari insan akademis, pencipta dan pengabdi adalah orang-orang yang bergelut dengan dunia ilmu pengetahuan. Kalau kita mencermati perintah pertama yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah membaca. Ini berarti bahwa umat Islam haruslah menjadi makhluk membaca. Artinya bergerak dalam bidang ilmu pengetahuan, pungkasnya.***(r4n/rls)