int
int

Pekanbaru (SegmenNews.com)- FK (45), seorang bidan di Pusat Kesehatan Masyarakat, Kecamatan Tapung Hulu, ditahan pihak Kepolisian, karena diduga melakukan tindak pidana korupsi dana jaminan persalinan (Jampersal).

“Penahanan dilakukan karena yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka, dan untuk kepentingan penyidikan,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kampar, Ajun Komisaris Eka Ariandy Putra kepada wartawan, Rabu (1/1/2014).

Dia menjelaskan, kasus tersebut terjadi pada 2011 lalu, dengan dugaan tersangka menggelembungkan dana tagihan Jampersal.

Ketika itu, kata dia, ada beberapa bidang di kecamatan ini mengajukan klaim dana Jampersal untuk 48 pasien ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kampar melalui Puskesmas Tapung Hulu.

“Nah, yang mengajukan dana tersebut adalah pelaku FK. Yang bersangkutan tidak jujur dan mencoba korupsi dengan menambah jumlah penerima bantuan Jampersal itu menjadi 216 pasien,” katanya.

Menurut saksi-saksi dan barang bukti yang telah diamankan, katanya, saat itu pemkab melalui Dinas Kkesehatan mencairkan dana sebesar Rp90,7 juta dengan perhitungan persorang pasien senilai Rp420 ribu.

Pelaku, kata dia, malah menyalurkan dana ke para bidang yang mengajukan anggaran itu hanya senilai Rp20 juta dengan perincian 48 pengajuan pasien dikalikan Rp420 ribu.

“Sementara sisanya sekitar Rp70,5 juta diambil untuk kepentingan atau memperkaya diri sendiri,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kasus tersebut masih terus diproses dan masih akan dibutuhkan pemeriksaan saksi-saksi untuk menguatkan tuduhan terhadap pelaku.

Menurut dia, ini merupakan kasus korupsi Jampersal pertama yang ditangani oleh Mapolres Kampar sepanjang 2013.***

Sumber : antara