Sebanyak lima unit bus tingkat wisata yang didatangkan dari China telah tiba di Terminal 1 JICT, Tanjung Priok, Jakarta (14/1/2014) (VIVAnews/Ikhwan Yanuar).
Sebanyak lima unit bus tingkat wisata yang didatangkan dari China telah tiba di Terminal 1 JICT, Tanjung Priok, Jakarta (14/1/2014) (VIVAnews/Ikhwan Yanuar).

Jakarta (SegmenNews.com)– Janji untuk menyiapkan transportasi gratis bagi para wisatawan di Jakarta akan segera terealisasi. Hari ini, Selasa 14 Januari 2014, sebanyak lima unit bus tingkat yang didatangkan langsung dari China tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Ini lima unit tahap pertama. Kami rencanakan ada 20 bus tingkat gratis yang melayani para wisatawan di Jakarta,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Ari Budiman, di Tanjung Priok, Jakarta.

Kelima bus ini akan melayani tiga trayek wisata dengan rute, Blok M-Monas, Bundaran HI-Tanah Abang, dan Monas-Kota Tua. Nantinya, bus tingkat pariwisata ini akan mulai beroperasi pada akhir Januari 2014 pada pukul 07.00 hingga 19.00 WIB.

Arie menambahkan, trayek ini bagian dari uji coba tahap awal, sebelum Pemprov DKI menambah armada dan membuka trayek wisata baru.

Untuk pengadaan lima bus tingkat, kali ini Pemprov DKI harus merogoh kocek Rp15 miliar. “Harga per unitnya Rp3 miliar. Total anggaran kalikan lima saja. Sumber anggarannya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” ujar Arie.

Namun, ke depan, pengadaan sisa bus tingkat lainnya akan dilakukan Pemda DKI bersama pihak swasta. “Sudah ada pembicaraan CSR swasta untuk pengadaan sisa bus yang lain. Kami uji coba yang ini dulu. Pak Gubernur juga minta bus ini di-display di HI dulu biar masyarakat dan perusahaan melihat,” paparnya.

Pemprov DKI menargetkan 5 juta wisatawan domestik dan mancanegara selama lima tahun ke depan. Kehadiran bus tingkat gratis ini diharapkan bisa menjadi daya tarik minat wisatawan.
Selain itu, kehadiran bus tingkat ini bagian dari nostalgia Jakarta. Di mana pada era 1980-1990, bus tingkat sempat menjadi moda transportasi massal di ibu kota.

Wisatawan nantinya akan diajak berkeliling menelusuri tempat-tempat wisata yang ada di Jakarta. Meski boleh melintasi jalur lambat, bus tingkat dilarang masuk jalur Transjakarta.

“Letak pintu sendiri hanya di sebelah kiri. Jadi, tidak mungkin masuk jalur busway,” terang Arie.

Adapun kelima bus yang baru tiba ini akan melewati sejumlah prosedur seperti pengurusan administrasi hingga uji kelaikan kendaraan. Bus yang dilengkapi fasilitas TV LCD dan berbagai penunjang informasi bagi penumpang ini akan diuji coba pekan ini.

“Antara Jumat atau Sabtu minggu ini akan kami uji coba,” tuturnya.***

sumber: viva