suadng rzPekanbaru (SegmenNews.com)- Mantan Gubernur Riau Rusli Zainal (RZ) di sela-sela istirahat sidang untuk salat Zuhur dan makan sempat berbincang-bincang dengan wartawan, Kamis (16/1/2014), sekitar pukul 13.00 WIB.

Dia mengaku selama dirinya ditahan baik itu di Rutan KPK maupun Rutan Kelas II B Pekanbaru banyak hikmah yang didapatkannya. “Karena selama dipenjara saya lebih dekat dengan Allah dan ibadah saya jadi lengkap misalnya salat lima waktu dan salat sunat semuanya saya lakukan,” ujar Rusli Zainal.

Bahkan tambah Rusli, perbuatan yang menimbulkan dosa pun bisa terhindar. “Jadi saat ini penjaraku adalah surgaku. Tapi kalau dulu rumahku adalah surgaku,” ucap Rusli.

Selama menjalani masa tahanan, Rusli mengaku ikhlas menerimanya. Namun Rusli tetap saja menolak dirinya dinyatakan telah bersalah dalam kasus kehutanan dan suap PON yang disangkakan Komisi Pemberantasan Korupsi kepada dirinya.

“Dalam kasus kehutanan, saya hanya menerima nota dinas dari Syuhada Tasman (mantan Kadis Kehutanan Riau). Isinya nota dinas itu menyatakan bahwa sudah sesuai dengan ketentuan berlaku, makanya saya tanda tangan,” kilahnya.

Terkait Suap PON, Rusli menegaskan tidak pernah memberi perintah kepada Lukman Abbas (mantan Kadispora Riau) untuk menuruti permintaan uang anggota DPRD Riau.

“Kan sudah bisa dari beberapa saksi yang hadir dalam sidang. Saya tidak pernah memberi perintah itu dan saya sempat marah kepada Lukman,” kata Rusli. Terkait aliran dana ke anggota DPR RI fraksi Golkar Kahar Muzakkir senilai Rp9 miliar lebih, Rusli juga mengaku tidak tahu. “Bagaimana saya memerintahkan, nomor Kahar saja saya tidak punya,” ungkap Rusli. (*)

Sumber : Tribun Pekanbaru