detik
detik

Jakarta (SegmenNews.com)- Pakar komunikasi politik Emrus Sihombing mengatakan, kapasitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) belum mumpuni untuk menjabat sebagai Presiden RI kendati banyak lembaga survei yang kerap kali menempatkannya di posisi teratas.

Kata dia, Jokowi juga kerap mengklaim bahwa dirinya tidak pernah berpikir untuk menduduki kursi RI 1.

“Dia sering bilang ‘enggak mikir jadi Presiden’. Dia sendiri tidak mikir, artinya tidak siap. Euforia orang yang ingin dia jadi Presiden ini jadi berbahaya karena dia belum siap. Kalau dia jadi Presiden dan gagal maka dia bilang, ‘lho saya yang minta rakyat kok’,” ujar Emrus saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Selasa (4/2/2014) malam.

Jabatan yang sempat diemban oleh mantan Wali Kota Solo itu, hingga saat ini kata Emrus, masih pada level daerah saja.

“Memimpin daerah persoalan pokoknya itu ekonomi kerakyatan, macet dan lain-lain, tetapi memimpin bangsa itu sangat heterogen. Ada letak kepemimpinan politik, apakah mampu mengatasi persoalan politik, baik dalam negeri maupun internasional? apakah dia mampu mengatasi ini?” sindirnya.

Selain itu, sambungnya, persolan bangsa yang tidak kalah penting adalah terkait urusan teritorial negara.

Seperti ancaman separatisme, Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang pernah terjadi dan berujung pada pembentukan partai daerah, menjadi hal penting yang harus diselesaikan sebelum merembet ke daerah lain untuk melakukan hal yang sama.

“Apakah dia bisa menyelesaikan permasalahan tersebut? Jokowi memang jagoan politik daerah, harus saya akui. Tapi kalau sudah masuk Presiden, dia tidak punya konsep persolan bangsa. Saya melihat Jokowi belum punya konsep menata bangsa ini ke depan,” sebut Emrus.

“Saya mengingatkan teman-teman masyarakat yang menggadang-gadang Jokowi menjadi Presiden, harus mengevaluasi. Ini sangat berbahaya, karena tidak melihat lagi plus-minus dari kemampuan yang dimiliki Jokowi,” sergahnya.***

 

red:son

sumber: okezone