ispuPekanbaru (SegmenNews.com– Kualitas udara di Kota Dumai dan Kabupaten Siak, kini dalam status Sangat Berbahaya akibat tercemar asap sisa kebakaran lahan dan hutan.

Kepala Bidang Pemantauan Kualitas Udara Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Siak, Irma Suryani kepada Antara, Selasa (11/2/2014), mengatakan status udara di daerah itu terus memburuk dalam dua hari terakhir.

Pantauan terakhir alat Indeks Standar Polusi Udara (ISPU) menunjukan kandungan partikel debu di udara atau PM10 meningkat dari 267 Psi pada 9 Februari lalu dan kini menjadi 485 Psi.

“Sampai sekarang kondisi udara masih pekat diselimuti asap,” katanya.

Nilai ISPU pada angka 201-300 menandakan status udara “sangat tidak sehat”. Sedangkan, angka di atas 300 sudah menandakan status “sangat berbahaya” (hazardous).

Secara terpisah, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Dewani, mengatakan, hasil pemantauan ISPU di Kota Dumai menunjukan angka pencemaran mencapai 449 Psi yang berarti kualitas udara juga “sangat berbahaya”.

“Dalam kondisi ini artinya pencemaran sudah sangat berbahaya bagi kesehatan siapa pun,” ujarnya.

Ia mengatakan dinas kesehatan merekomendasikan agar semua warga tinggal di dalam rumah, menuntup semua ventilasi udara, hingga melakukan evakuasi secara selektif.

“Artinya setiap orang yang beresiko tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi ini seperti bayi, ibu hamil, dan orang lanjut usia agar diungsikan ke tempat yang aman dari pencemaran,” ujar Dewani.

Ia mengatakan sejumlah daerah juga mengindikasikan kualitas udara yang memburuk. Menurut dia, hasil laporan yang diterima dari alat ISPU milik PT Chevron Pacific Indonesia di daerah Duri Camp dan Duri Field, Kabupaten Bengkalis, menunjukan angka masing-masing 162, dan ISPU di daerah Rumbai, Kota Pekanbaru menunjukan angka 102,5. (son)