ilustrasi
ilustrasi

Teluk kuantan (SegmenNews.com)- Situasi di lokasi bentrok penertiban Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di areal perkebunan PT Duta Palma Nusantara (DPN) di Kecamatan Benai, Kuansing pada Sabtu (15/2/2014) terlihat aman.

Sekitar 30 personil Brimob Polda Riau diturunkan ke Kuansing masih berjaga-jaga di kawasan tersebut.

“Kita berharap situasi tetap aman dan terkendali serta kondusif seperti sedia kala,” ujar Kapolres Kuansing melalui Kasubag Humas Polres Kuansing, Ipda Musabi, Sabtu (15/2/2014).

Pantauan wartawan, sejumlah massa tampak masih berkumpul di persimpangan jalan poros PT RAPP, terutama di pertigaan menuju areal PT DPN.

Sebelumnya, pada penertiban PETI di Kecamatan Benai, Kabupaten Kuansing ricuh. Akibatnya, sebanyak 22 orang pelaku diamankan dan 3 orang dikabarkan tertembak.

Kericuhan terjadi setelah tim Polda Riau diback up Polres Kuansing mengamankan sejumlah orang dan peralatan mencari emas (dompeng) usai melakukan penertiban PETI di kawasan areal perkebunan PT Duta Palma Nusantara (DPN) di Kecamatan Benai, Jumat (14/2/2014).

Usai mengamankan sejumlah tersangka dan barang bukti, dari informasi yang dirangkum dari berbagai sumber tersangka dan barang bukti lalu dibawa ke dekat kantor PKS PT DPN.

Namun upaya mengamankan tersangka dan barang bukti dari mendapat reaksi dari kalangan penambang lainnya yang memang cukup banyak di sekitarnya serta warga lain. Masssa terus merangsek maju ke kawasan PKS PT DPN Jumat malam hingga diperkirakan mencapai 700 orang.

Menjelang pukul 21.00 WIB massa yang datang semakin banyak dan menuntut supaya rekan-rekan mereka dibebaskan. Alasannya, karena merasa senasib dan sepenanggungan, dan juga selama ini sama mencari nafkah di lapangan.

Sejumlah perwakilan massa dan petugas sempat berdialog aparat, namun situasi terus memanas karena massa terus mendesak rekan-rekan mereka. Aksi lempar-lemparan terjadi yang membuat petugas melakukan tembakan peringatan untuk membubarkan massa.

Dikabarkaan saat itu terdapat 3 orang warga yang tertembak peluru karet saat aparat hendak membubarkan massa.***(zul/kn)