Kabut asap menyelimuti Sumbar
Kabut asap menyelimuti Sumbar

SegmenNews.com – Sejak beberapa hari terakhir, langit Provinsi Sumatera Barat terlihat berkabut asap. Asap yang berasal dari Riau itu mengurangi jarak pandang menjadi 2.500 meter saja.

Hal itu disampaikan Budi Imam, Kasi Observasi dan Informasi BMKG Padang. “Kita tidak menyebut titik api, tapi titik panas. Dari pantauan satelit kita, kemarin terdapat 520 titik panas. Sedangkan malam tadi, mencapai 107 titik. Hasil siang belum keluar,” katanya kepada VIVAnews, Jumat (14/2/2014).

Data 520 titik itu terbagi ke beberapa daerah. Titik panas terbanyak itu terdapat di Provinsi Riau 283 titik. Kemudian di Sumatera Utara 106 titik, Aceh 116 titik, Sumbar sendiri 11 titik dan Kepulauan Riau 7 titik.

Untuk data tadi malam, dari 107 titik yang terdeteksi, Riau juga menyumbang terbanyak, 50 titik. Kemudian disusul Aceh 30 titik dan Sumatera Utara 20 titik.

“Malam hari titik panas berkurang dari pada siang. Pergerakan juga terlihat minim karena aktivitas masyarakat di malam hari berhenti,” ujar Budi.

Menurut Budi, asap dari Riau masuk ke Sumbar karena angin Timur Laut bertiup ke Selatan. Sehingga otomatis melewati Sumbar. Daerah yang paling berdampak adalah daerah di perbatasan Sumbar dengan Riau. Misalnya Kota Payakumbuh, Limapuluh Kota, Tanah Datar, Bukittinggi bahkan Kota Padang.

Asap ini membuat jarak pandang berkurang menjadi 2.500 meter. Kabut asap ini diduga akan terus bertambah. “Karena potensinya masih tinggi melihat kondisi cuaca di Riau. Riau sepertinya belum akan ada hujan. Sehingga, potensi api masih tinggi,” ujarnya.

Beberapa orang masyarakat Kota Padang yang kami temui juga heran dengan kondisi ini. Eko, 36, seorang pegawai pemerintahan di Kota Padang mengaku telah merasakan kondisi ini sejak tiga hari terakhir.

“Saya kaget saja melihatnya. Hari cerah, tapi kok langit berwarna hitam seperti ingin hujan saja. Kemudian Bukit Barisan yang panjang di belakang kampung juga tidak terlihat. Ternyata asap. Coba bayangkan, berapa besar apinya ini, sehingga asapnya bisa sampai menutupi langit Kota Padang,” katanya.***

red: son
Sumber : viva