Rapat Kerjasama Kemenag dan Australia
Rapat Kerjasama Kemenag dan Australia

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Dalam rangka peningkatan percepatan akreditasi madrasah dan dan peningkatan mutu madrasah secara berkesinambungan, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Rokan Hulu (Rohul) dengan Kanwil Kemenag Prov Riau, lakukan kerjasama dengan pemerintah Australia, Selasa (25/2/2014) bertempat di aula Kemenag Riau, Pekanbaru.

Hadir dalam pertemuan tersebut adalah Tim dari Australia, Australian Agency for International Development (AusAID) yaitu Senior Program Robert Kingham, dan staf M Ikhsan, Luluk Faridah, Masliku, dan Erwin. Hadir juga Dirjen Pendis Kemenag RI diwakili oleh H Rohmat, Kakanwil Kemenag Riau Drs H Tarmizi Tohor MA, Kabid Madrasah Drs H Mahyudin MA, Bupati Rohul diwakili Asisten II H Syaiful Bahri S.Sos MSi, Kakan Kemenag Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, dan Kadisdikpora diwaliki Suharman.

Kakan Kemenag Rohul, menyatakan bahwa kerjasama ini dilakukan dengan pola kemitraan yang dibangun atas prinsip kesetaraan antar pihak yang terlibat dalam ikatan kemitraan. Pemerintah Australia berperan sebagai donor, sedangkan Kemenag Rohul berperan sebagai pihak yang memperoleh manfaat dari bantuan tersebut.

Dikatakannya, program kemitraan ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan mutu layanan dan daya saing pendidikan madrasah pada tingkat MI dan MTs, sesuai dengan 8 komponen Standar Nasaional Pendidikan (SNP). Secara khusus, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapan madrasah dalam menghadapi proses akreditasi yang dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Nasional – Sekolah dan Madrasah (BAN-S/M).

Ahmad Supardi Hasibuan lebih lanjut menyatakan bahwa di lingkungan Kemenag Rohul terdapat 34 Raudhatul Athfal (RA), 15 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 39 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 16 Madrasah Aliyah (MA). Jumlah total madrasah adalah 104 madrasah.

Dari 104 madrasah tersebut yang sudah diakreditasi adalah 42 madrasah, sedanglan yang belum diakreditasi adalah 62 madrasah, yaitu 31 RA, 4 MI, 19 MTs, dan 8 MA. Yang akan dijadikan sebagai sasaran program ini adalah 4 MI dan 19 MTs atau 23 madrasah. Diharapkan ke 23 MI dan MTs ini dapat mengikuti program ini secara baik.

Ahmad Supardi juga menyatakan bahwa secara jangka pendek program ini hanya bertujuan untuk percepatan akreditasi madrasah, tetapi secara jangka panjang akan diarahkan pada peningkatan mutu madrasah secara berkesinambungan. Sehingga dengan demikian diharapkan, kualitas madrasah akan mengalami percepatan dan lompatan jauh ke depan.***(r4n/rls)