tahananBagansiapiapi (SegmenNews.com) – Setelah pelimpahan berkas kasus bola wisata 2012 ke Pengadilan Negeri Tipikor Pekanbaru, kini status ketiga tersangka resmi menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Bagansiapiapi.

Sebelumnya berkas dugaan korupsi bola wisata Pulau Pedamaran tahun 2012 diserahkan dari penyidik kepada Jaksa.

“Status ketiga tersangka resmi menjadi tahanan kejaksaan negeri Bagansiapiapi (tahanan kota-red) terhitung sejak 26 Februari sampai 17 Maret 2014. Dan, ketiga tersangka sudah memiliki niat baik mengembalikan kerugian negara,” kata Kasi Pidsus Kejari Bagansiapiapi I Wayan Riana, SH, ketika dikonfirmasi, Rabu (26/2/2014)

Dengan adanya rencana pengembalian uang kerugian negara, jelas Wayan, niat baik tersangka patut dihargai, namun proses hukum terus dilanjutkan sampai ke persidangan,”Bagaimana teknis pengembalian uang kerugian negara diserahkan kepada tersangka. Jumlah yang harus dikembalikan sekitar Rp250 juta,” ujarnya sambil menyebutkan kedatangan ketiga tersangka didampingi Penasehat Hukum Fitriani SH.

Sebelumnya, Wayan menambahkan dalam pelaksanaan pengerjaan proyek bola wisata terjadi mark-up dan pengerjaan tidak sesuai dengan spek dan adanya dugaan kerugian uang negara

Masih katanya, dalam kasus dugaan korupsi bola wisata ini, Kejaksaan Negeri Bagansiapiapi telah menetapkan tersangka yakni, Muhammad Jufri, Kamil alias Abeng dan Zulkifli.

Ketiganya dijerat dengan pasal 2 ayat 1 pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 jo Undang-undang Nomor 20 tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Setelah kita limpahkan tersangka dan barang bukti, selanjutnya pengadilan akan menetapkan jadwal sidang di PN Tipikor Pekanbaru,” ungkapnya.

Pemberitaan sebelumnya, Tim Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Negeri Bagansiapiapi telah melakukan penggeledahan serta penyitaan barang bukti sejumlah dokumen terkait kasus dugaan korupsi proyek bola wisata Pulau Pedamaran tahun anggaran 2012 di Kantor Disbudparpora Rohil, Kamis (19/12), sekitar pukul 09.45 Wib. Pengeledahan serta penyitaan untuk melengkapi berkas penyidikan.

Namun sayang, usai melakukan pengeledahan timsus tidak menemukan berkas yang dicari hingga melanjutkan pengeledahan
Kemudian, tim melanjutkan berkas penyidikan ke bagian keuangan. Kedatangan tim khusus pemberantasan korupsi diterima Kabag Keuangan Setda Rohil Darwan.

“Di Keuangan kita hanya meminta bukti semua dokumen pencairan atau pembayaran yang asli. Dan, mereka sangat koperatif membantu timsus,” jelasnya

Timsus sudah memiliki dokumen proyek bola wisata tersebut, namun karena ada yang masih kurang walaupun sebagian masih dalam bentuk foto copy masih diperlukan penggledahan dan penyitaan terhadap dokumen yang diperlukan.

Untuk hasil audit resmi pihak BPKP Riau, ujarnya, sudah diterima berisi tentang kerugian negara dalam pengerjaan proyek pengadaan bola wisata tersebut.***(ayu)