Ta'ziah
Ta’ziah

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Pelaksanaan Ta’ziah adalah sebuah tradisi yang telah mapan bagi umat islam, ketika sebuah keluarga mengalami musibah kematian. Jika seseorang meninggal dunia, maka umat Islam lainnya melaksanakan ta’ziah di rumah almarhum.

Ta’ziah tersebut, biasanya diisi dengan membaca surat Yasin, Tahtim, Tahlil, dan do’a, dengan harapan semoa Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum dan menempatkannya pada tempat yang mulia di sisiNya.

Namun demikian, ta’ziah bukan hanya sekedar itu, tetapi ada hikmah dibalik pelaksanaan ta’ziah tersebut, yang harus dipetik oleh setiap umat Islam, untuk selanjutnya dihayati, diamalkan, dan dilaksanakan dalam hidup dan kehidupan.

Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, ketika melakukan ta’ziah malam hari ketiga atas wafatnya Hj Nuraini, Ibu kandung Suharman SSTP, Camat Rambah Samo, Kamis (6/3/2014) bertempat di kompleks perumahan Camat Bangun Purba, Tangun.

Hadir dalam acara ta’ziah tersebut, Kadis Kesehatan Dr Wildan Asfan Hasibuan M Kes, Kadis Perhubungan HM Riva’i, Kadis Peternakan Marjoko, Kadis Arsif dan Perpustakaan Jufri, Camat Rambah Arie Gunadi SSTP, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, alim ulama, cerdik pandai, dan ratusan umat Islam Bangun Purba.

Ahmad Supardi menyatakan, setiap kita melaksanakan ta’ziah, maka hal penting yang harus dihayati adalah : Pertama, bahwa kematian akan menjumpai setiap insan yang pernah hidup di dunia ini, sebab setiap yang bernyawa pasti akan mengalami apa yang disebut dengan kematian.

Kedua, dalam rangka tolong menolong, dengan memberikan pertolongan dari orang yang hidup kepada orang yang sudah mati, yaitu dengan membacakan Alqur’an, tahli, dan memanjatkan do’a kepada Allah SWT, semoga dosanya diampuni oleh Allah, kuburnya dijadikan taman syurga, dan ditempatkan pada tempat yang mulia.

Ketiga, adalah melaksanakan shilaturrahim atau hubungan kasih saying diantara umat Islam, sebab umat Islam adalah bersaudara, berkewajiban saling kunjung mengunjungi, kasih mengasihi, musibah yang dialami oleh seseorang adalah juga musibah seluruh umat Islam.

Menurut Ahmad supardi, ketiga hal tersebut haruslah menjadi pelajaran berharga setiap umat melaksanakan ta’ziah, sehingga ta’ziah tersebut bemanfaat ganda, yaitu bermanfaat bagi almarhum dan bermanfaat bagi yang berta’ziah.***(r4n/rls)