Ical hadiri peringatan HUT Golkar ke-49. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
Ical hadiri peringatan HUT Golkar ke-49. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

SegmenNews.com– Partai Golkar optimis bisa menjadi jawara pada Pemilu 2014. Saat ini Golkar telah mempunyai sistem dan infrastruktur paling komplet dibandingkan dengan partai lain.

“Tak hanya sistem, infrastruktur Partai Golkar di daerah pun baik. Jadi ini modal partai untuk meraih kemenangan. Kalau bicara soal kemenangan, kita harus percaya diri,” kata politikus Partai Golkar Indra J Piliang dalam diskusi Pesan Kunci, “Siapa Kuda Hitam 2014” di Galeri Cafe, TIM, Cikini, Jakarta Pusat, (Minggu, 9/3).

Tidak hanya itu, menurut Indra modal lainnya adalah juru kampanye Partai Golkar lebih lengkap. Ia mengatakan, Partai Golkar memiliki 50 ribu juru kampanye. Jurkam dan seluruh kader akan maksimal memenangkan Golkar.

“Jumlah jurkam jauh lebih besar dengan jumlah caleg partai Golkar yang berjumlah 20 ribu,” ungkapnya.

Indra menambahkan, PDI Perjuangan merupakan rival terberat. Namun kalau tidak ada hal-hal di luar perkiraan, seperti Joko Widodo dijadikan capres, kemenangan itu bisa diraih.

“Kalaupun kalah capresnya, toh Golkar tetap memimpin kursi legislatif lebih banyak,” tandasnya.

Di tempat yang sama, kubu Partai Gerindra tak mau kalah. Partai ini mengklaim akan bisa masuk tiga besar.

“Gerindra satunya-satunya yang merilis programnya ke publik, programnya yaitu, ketokohan bakal capres Gerindra Prabowo Subianto, kedua, keberpihakan dengan nelayan buruh, dan petani, dan ketiga program yang ditawarkan Gerindra, yaitu 6 program Aksi Partai Gerindra,” kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon.

Sayangnya, perdebatan tentang program yang diusung setiap partai itu sangat sedikit. Biasanya, perdebatan hanya seputar masalah figur capres, hasil survei dan berbagai kemungkinan yang sangat spekulatif.

“Mungkin pada Pemilu mendatang, baru ada perdebatan tentang program,” ungkapnya.

Sedangkan Partai NasDem memilih tak ingin sesumbar. Partai ini yakin semua punya kans sama. “Pilpres 2014 ini semua partai punya kesempatan yang sama, tidak ada yang paling besar. Kalau dulu kita pastikan popularitas Demokrat itu 20 persen, pasti presidennya SBY,” kata Sekjen DPP Partai Nasdem, Patrice Rio Capella.

Menurutnya, tidak ada kuda hitam dari semua calon yang ada. Semua partai politik juga sulit mengusung capres tanpa gabungan dengan parpol lainnya.

Ia menambahkan, sampai hari ini Nasdem belum menyebut capresnya. Berbeda dengan parpol lain karena sudah memiliki kursi di Parlemen. Nasdem sendiri masih fokus untuk memenangkan Pileg 9 April mendatang.***

Red: has
sumber: merdeka.com