Ketua DPRD Siak, Zulfi Murshal, SH
Ketua DPRD Siak, Zulfi Murshal, SH

Siak (SegmenNews.com)- Ketua DPRD Siak, Zulfi Murshal, SH membantah tudingan bahwa DPRD Siak telah mengkebiri Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) wilayah Siak dengan pemotongan anggaran di APBD 2014.

Menurutnya, pemotongan anggaran disebabkan bahwa anggaran untuk LAMR Siak tidak boleh boleh rutin sesuai dengan Permendagri Nomor 32 Tahun 2011 tentang pemberian hibah dan bantuan sosial. Sehingga anggarannya tidak boleh sama. Pemangkasan anggaran tidak hanya terjadi pada LAMR Siak, tetapi juga berlaku untuk seluruh organisasi lainnya.

Zulfi mengakui jika peranan LAMR Siak memiliki peranan penting dan mempunyai peranan yang sangat luas.

“Kita bukan ada niat dari kita untuk mengatakan menzolimi LAMR Siak dan mengkebiri LAM. Dalam APBD Perubahan nanti akan upayakan bagai mana bisa menambah anggaran dari 500 menjadi 1,2 Miliar. Namun yang terpenting adalah anggaran itu dapat di pertanggung jawabkan,” jelasnya.

“DPRD Siak tidak ada memotong-motong anggaran. Kita hanya melihat bagaimana kebutuhan lembaga, dan kita tidak melihat secara detail anggaran untuk LAMR Siak. Berapa anggarannya untuk LAMR Siak kita tidak bahas.

Selama ini kita tidak pernah mendapat laporan dari LAMR Siak mengenai apa saja yang kita terima dari DPRD Siak. Namum sekarang LAMR Siak sedang berbenah, jadi kita akan upayakan nanti dalam APBD Perubahan pada bulan Juni 2014 nanti,” katanya.

“Tidak hanya berperan dalam melakukan pengambangan adat melayu, LAMR Siak juga diharapkan masyarakat untuk dapat menjembatani kalau ada perseteruan antara Dewan dan Pemerintah, dan bisa menjadi penengah,” bebernya

Hal itu terungkap saat berlangsungnya hearing antara sejumlah anggota DPRD Siak bersama puluhan pengurus LAMR Kabupaten Siak, di gedung Banggar, Lantai II, Kabupaten Siak, Senin (17/3/14).

Sebelumnya dalam Hearing itu, Sejumlah pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak menuding jika Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Siak mengkibiri LAMR Siak. Pasalnya, DPRD telah mengurangi anggaran rutin LAMR Siak semula Rp 1.2 Miliar menjadi hanya Rp.500 juta.

Namun demikian Wan Anwar mengaku cukup legowo dengan usulan dari DPRD Siak melalui Ketua DPRD Siak, yang akan mengupayakan penambahan anggaran kepada LAMR Siak pada APBD Perubahan Kabupaten Siak Tahun 2014 nanti.

“Kita apresisi dengan adanya pertemuan yang dilakukan bersama DPRD Siak hari ini, mereka mengaku akan mengupayakan adanya penambahan anggaran pada LAMR Siak, melalui Satker tertentu. Kita harus akui dengan hanya anggaran sebesar Rp 500 juta jelas LAMR Siak tidak cukup. Untuk membantu memberikan gaji kepada pegawai saja hanya menyisakan anggaran. 21 juta. Dan bersisa itu hanya cukup untuk satu program raker saja,” jelas Wan.***(rinto/parlemen)