ilustrasi
ilustrasi

Perawang (SegmenNews.com)- Kecelakaan maut terjadi di jalan lintas Perawang Siak, tepatnya di desa Maredan Barat, dekat jembatan Sultan Sarif Hasim, Perawang, kecamatan Tualang, Siak. Sebuah mobil Dahiatsu Grandmax BM 9975 TI yang dikemudikan oleh Wagito (30) adu kambing dengan Mobil Izuzu engkel Minibus BM 7201 SU yang dikemudikan oleh Zulfiter (46). Minggu siang, (16/3) sekitar pukul 13.15 wib. Kecelakaan ini berakibat ke dua sopir dan 1 rekannya meninggal dunia.

Kasat Lantas Polres Siak, AKP Willy Adrian, Senin (17/3/14) membenarkan adanya kecelakaan ini. Dijelaskannya, dua korban meninggal dunia di tempat kejadian yakni, Supir minibus Zulfiter (46) dan Sriwidodo warga desa Sepotong, kecamatan Siak Kecik. Saat kejadian, Zulfiter membawa 11 orang penumpang, sebagian penumpang mengalami luka berat dan sebagian luka berat.

Sementara, tersangka dalam Laka lantas ini meninggal dunia saat mendapatkan pertolongan di rumah sakit, yakni sopir Grandmax BM 9975 TI, Wagito (30) warga Jalan Rahmat Gg Istiqomah, Perawang.

“Dalam Laka ini, tersangkanya Sopir Grendmax, meninggal dunia di rumah sakit. 2 korban meninggal dunia di tempat,” kata Willy Adrean

Sementara beberapa penumpang mobil isuzu yang mengalami luka-luka yakni, Amin (50) seorang petani warga Bunga Raya mengalami patah tangan kanan, Muhammad Ali (40) warga Perawang mengalami patah tangan kanan, Wilda Rahmawati (14) sorang pelajar warga Sungai Pakning mengalami robek bibir bahagian bawah, M. Zikri (10) pelajar warga Sungai Paknin mengalami telapak kaki kanan, Yamudin (27) warga lamongan-jatim mengalami robek tulang kering kaki kanan dan retak.

3 orang lainnya mengalami luka ringan, Rusmiati (57) seorang ibu rumag tangga, warga sungai paning mengalami trauma, Munawaroh Ibu rumah tangga warga Sungai Pakning, Jafar Syukur (46) warga Perawang

Kronologisnya, bermula mobil dahiatsu Grandmax BM 9975 TI bermuatan air yang dikemudikan oleh Wagito datang dari arah jembatan Sultan Sarif Hasim, Maredan ke arah kota Perawang dengan kecepatan tinggi, sempat menabrak anak kecil, setelah itu mobil Grandmax mundur di warung dekat jembatan dan melanjutkan perjalanan ke arah Perawang.

Saat melintasi tikungan tikungan manis yang tidak jauh dari jembatan Sultan Syarif Hasim, mobil tersebut mengambil jalan terlalu kekanan dari arah kedatangannya, tiba-tiba pada saat bersamaan datang Mobil Izuzu engkel Minibus BM 7201 SU yang dikemudikan oleh Zulfiter dari arah Perawang ke arah Jembatan, karena jarak sudah dekat, kecelakaan tidak bisa dihindari. Kedua mobil tersebut adu kambing. Akibatnya, Zulfiter dan Sriwidodo meninggal dunia ditempat kejadian

“Diperkirakan, kerugian akibat kerusakan 2 kendaraan sekita 45 jt,” pungkas Kasat Lantas.***(rinto)