IMG_8924Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Untuk menghadapi dinamika sosial dan politik masyarakat yang semakin kompleks, terlebih dalam menghadapi Pemilu Legislatif (Pileg) saat ini, umat Islam harus cerdas dalam berpolitik, sehingga umat dapat menjadi pemain dan penentu politik, bukan hanya sekedar objek politik.

Demikian rangkuman hasil diskusi dan paparan materi yang disampaikan oleh Kakanwil Kemenag Prov Riau Drs H Tarmizi Tohor MA, tokoh masyarakat Riau H Rusli Efendy SPdi, SE, MSi, dan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, bersama 300 orang Penyuluh Agama Islam Non PNS se Rohul, Jum’at (14/3/2014), bertempat di hotel Netra, Ujungbatu.

Tarmizi Tohor menyatakan, penduduk negeri ini mayoritasnya adalah umat Islam. Oleh karenanya, maka pemimpin exekutif dan legislative dari negeri ini haruslah terdiri dari para umat Islam. Untuk itu, maka umat Islam wajib hukumnya untuk datang ke Tempat Pemungutas Suara (TPS) pada tanggal 9 April yang akan datang.

Jika umat Islam tidak datang ke TPS-TPS, maka dapat dipastikan bahwa orang lain yang akan memilih, dan dapat dipastikan bahwa pilihananya adalah sesuai dengan perspektifnya. Hal itu berarti bahwa yang akan duduk pada lembaga legislative adalah orang-orang sesuai dengan aspirasi pemilihnya, tegas Tarmizi.

Rusli Efendy yang juga anggota DPRD Provinsi Riau menyatakan bahwa Islam, bukan hanya mengurusi soal ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga mengurusi masalah social kemasyarakatan, termasuk di dalamnya masalah politik, yang peranannya sangat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Rusli Efendy juga menyatakan, bahwa penyuluh agama Islam Non PNS, memiliki peran yang strategis dalam mengarahkan masyarakat, untuk menyalurkan aspirasi politiknya, sesuai dengan kepentingan umat Islam. Umat Islam ini harus memilih calon legislative yang dapat menyalurkan aspirasi politiknya sesuai dengan ajaran agama Islam, tandasnya.

Sementara itu, Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyatakan bahwa Penyuluh Agama Islam Non PNS adalah pemimpin masyarakat pada akar rumput, yang selama ini telah memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang fardhu kifayah, mengurus dan menjadi Imam di Masjid.

Untuk itu, para penyuluh agama ini harus dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang politik, sehingga dapat menghasilkan wakil rakyat yang kompeten dan dapat memperjuangkan serta menyalurkan aspirasi umat.***(r4n/rls)