pesawat malaysiaSegmenNews.com– Langit dini hari itu bersih. Ideal untuk terbang. Di kabin pesawat, jam dilaporkan menunjuk pukul 1.30 pagi.

“Baiklah, selamat malam,” ujar pilot Zaharie Ahmad Shah di kokpit pesawat Malaysia Airlines. Ia menutup percakapan dengan petugas menara pengawas udara Subang. Tak ada yang menyangka itu kalimat terakhir dari sang pilot pesawat bernomor MH370 itu.

Di ketinggian 35.000 kaki pilot Zaharie dengan riwayat lebih 18 ribu jam terbang menghela pesawat itu ke wilayah Vietnam. Di bawah sana, pengawas udara Vietnam mengambil alih pemanduan.

Tapi mendadak MH307 tak beri laporan lagi. Tak ada suara lagi dari pilot Zaharie. Pesawat jenis Boeing 777-200ER itu juga lenyap di radar. Kosong. Tak ada sebuah titik pun di sana. Lenyap begitu saja.

Posisi terakhir: 153 mil laut dari Pulau Tho Chu, Vietnam.

Sejam sebelumnya, pesawat itu take off dari Kuala Lumpur. Menurut jadwal, MH370 akan tiba di Beijing pada 6:30, Sabtu pagi, 8 Maret 2014. Bahan bakar pesawat cukup untuk terbang 7,5 jam. Tapi pesawat tak pernah tiba di ibu kota China itu.

Ada 239 penumpang dan awak dari 15 negara di pesawat itu. Mereka dari China, Taiwan, Malaysia, Indonesia, Australia, India, Prancis, Amerika Serikat, Selandia Baru, Ukraina, Kanada, Rusia, dan Belanda. Terbanyak dari China, 153 orang. Lima penumpang masih balita. Dari Indonesia ada tujuh orang.

Dicari 12 negara

Hingga hari ini, sudah 12 negara ikut berburu jejak MH370. Indonesia menurunkan lima kapal perang: KRI Kruit, KRI Mata Cora, KRI Sutanto, KRI Tarihu, dan KRI Siribua. Juga mengirim pesawat TNI AL Casa-U621.

Australia mengirim dua pesawat mata-mata. Amerika Serikat datang dengan kapal penghancur kelas Arleigh Burke. Singapura mengerahkan kapal selam. Pemerintah Beijing melibatkan 10 satelit untuk menangkap citra udara. Total ada 34 pesawat dan 56 kapal menyisir Laut China Selatan dan Selat Malaka. Dua puluh empat jam sehari, bergantian pesawat dan kapal. Namun hasilnya tetap nol.

Tak hanya kekuatan militer. Seorang bomoh (dukun) dari Malaysia ikut sibuk mencari pesawat. Ia merapal mantra. Belakangan, pejabat Malaysia minta dukun ini ditangkap. Alasannya menodai Islam dan mempermalukan negara.

“Sekarang sudah 60 jam berlalu dan sayangnya, bapak ibu, kami belum menemukan obyek apapun dari pesawat, apalagi pesawatnya,” kata Azharuddin Abdul Rahman, Dirjen Badan Penerbangan Sipil Malaysia, Minggu, dua hari setelah pencarian MH370, seperti dilansir The Star.

Sempat muncul setitik harapan. Tim Vietnam menemukan ceceran minyak pada hari jatuhnya pesawat. Namun saat diuji, harapan pun buyar: itu sisa eksplorasi lepas pantai. Ditemukan juga benda mirip pintu pesawat, puing-puing dan sekoci kuning. Tapi semua tak ada kaitannya dengan MH370.

Satelit China menemukan tiga puing besar. Saat dihampiri tim Vietnam, puing berukuran belasan meter itu tak ditemukan. Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein mengatakan China melakukan kesalahan. Objek dalam gambar bukan puing pesawat.

Militer Malaysia mengatakan kemungkinan pesawat putar arah dari Kota Bharu dan menurunkan ketinggian. Manuver ini biasa dilakukan jika pesawat mengalami kerusakan mesin. Terakhir, konon, radar tertangkap di Pulau Perak, Selat Malaka.

Lokasi ini ratusan mil jauhnya dari jalur penerbangan Malaysia-Beijing.Tepatnya di sebelah barat negara tersebut. Belakangan, Kepala Angkatan Udara Malaysia Rodzali Daud membantahnya. Namun, dia mengatakan, Selat Malaka memang disisir untuk menjajaki setiap kemungkinan.

Sampai tulisan ini dibuat, pesawat masih belum ditemukan. Bukti-bukti yang menunjukkan keberadaan pesawat, serpihan bangkai pesawat misalnya, juga tidak ada. Sinyal-sinyal atau radar juga nihil.

Dua pria yang diduga menggunakan paspor palsu di pesawat Malaysia Airlines MH370 terekam CCTV sebelum keberangkatan (REUTERS/Malaysian Police)
Dua pria yang diduga menggunakan paspor palsu di pesawat Malaysia Airlines MH370 terekam CCTV sebelum keberangkatan (REUTERS/Malaysian Police)

Bingung

Kasus ini memang membingungkan. Tak ada bukti apapun yang bisa dijadikan acuan penyelidikan. Selain itu, insiden ini menimpa Boeing 777-200ER. Pesawat yang dianggap paling aman. Tak ada riwayat kecelakaan dalam 18 tahun terakhir.

Rekor ini patah pada kecelakaan pesawat Asiana Airlines di Bandara Internasional San Fransisco, Juli tahun lalu. Kecelakaan maskapai Korea Selatan itu menewaskan tiga orang dan melukai 200 penumpang lain.

Pesawat buatan Boeing Commercial Airplanes ini bermesin Trent 800 Rolls Royce.”Tripe seven” adalah pesawat jetganda terbesar dengan kapasitas 314 hingga 451 penumpang. Pesawat ini bisa terbang 11.500km non stop.

Mesin ganda memungkinan pesawat tetap bisa terbang walau salah satunya mati.Kondisi kedua mesin mati bersamaan jarang sekali terjadi. Dalam keadaan darurat, pesawat ini bisa terbang tiga jam untuk mencari bandara terdekat.

Sejak pertama kali diperkenalkan tahun 1995, pesawat yang dibanderol Rp2,8 triliun ini terjual 1.000 unit. Model lanjutan, 777-200ER, dikembangkan tahun 1997. Pesawat ini punya rentang sayap 60,9 meter dan panjang bodi 63,7 meter, dirancang berdasarkan konsultasi dengan delapan maskapai besar. Pesawat ini juga produk Boeing pertama yang didesain seluruhnya dengan komputer.

Memiliki sistem komunikasi radio UHF dan VHF, pesawat ini juga dilengkapi sinyal pandu (beacon), GPS dan sistem komunikasi komputer. Pesawat dilengkapi teknologi Aircraft Communications and Reporting System (ACARS). Teknologi ini memungkinkan pesawat mengirim data-data secara otomatis, seperti kecepatan, bahan bakar dan kondisi mesin.

Boeing 777-200 termasuk yang paling aman dan sedikit sekali catatan insidennya. Sejak 1997, menurut data Dewan Keamanan Transportasi Nasional AS, ada 60 insiden yang melibatkan pesawat ini. Namun semuanya hanya insiden kecil yang tak mengancam nyawa. Ini rekor yang belum dipecahkan pesawat lain dalam 20 tahun terakhir.

Malaysia Airlines punya 100 pesawat Boeing 777-200ER.Pesawat nahas bernomor pendaftaran 9M-MRO, berumur 11 tahun delapan bulan. Pesawat ini baru menjalani perawatan rutin pada 23 Februari lalu, 12 hari sebelum penerbangan terakhirnya. Perawatan berikutnya akan dilakukan pada 19 Juni mendatang. Tidak ada laporan kerusakan apapun.

Pilot penerbangan MH370 juga bukan sembarangan. Kaptennya Zaharie Ahmad Shah, pilot 53 tahun dengan 18.365 jam terbang. Bergabung dengan Malaysia Airlines tahun 1981, Shah terobsesi dengan pesawat.Dia bahkan punya simulator Boeing sendiri di rumahnya.

Kopilot adalah Fariq Abdul Hamid, 27 tahun, punya 2.763 jam terbang. Bergabung dengan Malaysia Airlines pada 2007, setelah lulus pelatihan simulator terbang.

Sempat muncul tuduhan miring terhadap Hamid yang ternyata “nakal” di dalam kokpit. Media Australia memberitakan bahwa Hamid pernah memasukkan dua wanita pirang ke dalam kokpit. Selain itu, dia dilaporkan merokok di ruang kemudi pesawat.

Penyelidikan internal langsung dilakukan. Tidak diketahui apakah sikapnya ini terkait dengan hilangnya MH370.

Spekulasi Liar

Kasus ini mengulang kembali ingatan soal hilangnya pesawat maskapai Air France No. 447 pada 1 Juni 2009 lalu. Saat itu, pesawat Airbus A330 terbang dari Rio De Janeiro, Brasil, menuju Bandara Internasional Charles de Gaulle di Paris, Prancis.

Pesawat hilang seketika. Setelah empat kali pencarian dalam waktu dua tahun, pesawat diketahui berada di palung laut Samudera Atlantik. Sebanyak 228 penumpang dan kru tidak bisa dievakuasi karena terlalu dalam di dasar laut.

Pada Mei 2011, black box berhasil diambil dari pesawat dengan menggunakan kapal selam mini. Baru pada Juli 2012, penyelidik menyimpulkan kecelakaan itu adalah kesalahan pilot yang gagap saat menghadapi situasi darurat.

Untuk kasus Malaysia Airlines, CNN menjabarkan setidaknya ada delapan skenario menghilangnya pesawat. Skenario ini pernah terjadi pada beberapa insiden penerbangan. Skenario kerusakan struktur pesawat, cuaca buruk, disorientasi pilot atau kedua mesin rusak.

Keempat kemungkinan ini bisa dipatahkan dengan data dan informasi penerbangan MH370. Kemungkinan lainnya adalah bom, pembajakan, pilot bunuh diri, atau tidak sengaja tertembak militer. Masalahnya hal ini tidak bisa dibuktikan, sampai pesawat tersebut ditemukan.

Isu terorisme sempat jadi sorotan hangat .Isu ini muncul karena ada dua penumpang ilegal yang ternyata menggunakan paspor curian.

Dalam manifes tertera nama warga Austria, Christian Kozel, dan Luigi Maraldi dari Italia. Setelah ditelusuri, Kozel ternyata sedang di rumahnya di Austria. Luigi sedang asyik di pantai Thailand. Keduanya mengaku paspornya hilang dua tahun lalu.

Tuduhan pertama mengarah pada militan Muslim Uighur, China.Nama Uighur keluar setelah pejabat Malaysia mengatakan bahwa pemegang kedua paspor curian itu berwajah Asia. Apalagi, insiden ini terjadi tidak lama setelah penusukan di Kunming 1 Maret lalu. Insiden itu menewaskan 33 orang.

Lalu, pejabat Malaysia mengubah pernyataan mereka. Kali ini dikatakan keduanya berkulit hitam. Tepatnya mirip Mario Balotelli, striker AC Milan. Setelah ditelusuri lagi, kedua orang itu bukan Uighur, bukan juga kulit hitam. Melainkan orang Iran.

Dua pria ini diketahui bernama Pouria Nour Mohammad Mehrdad, 19, dan Delavar Seyed Mohammad Reza, 29. Mehrdad akan ke Frankfurt, Jerman, Reza ke Kopenhagen Denmark.

Pejabat Malaysia ragu keduanya teroris. Mereka hanya imigran ilegal biasa. Ibunda Mehrdad telah dikonfirmasi, dan dia memang sedang menunggu kedatangan putranya tersebut.

Spekulasi terorisme dan pembajakan diperkuat pernyataan penyidik AS yang mengatakan, pesawat sempat terbang empat jam setelah hilang. Laporan ini berdasarkan data ACARS yang diterima Boeing dan Roll Royce sebagai produsen pesawat dan mesinnya.

Total menurut data, pesawat terbang lima jam. Di angkasa selama itu, pesawat bisa tempuh jarak hingga 2.200 mil laut. Sampai Samudera Hindia, perbatasan Pakistan atau bahkan Laut Arab, tergantung kecepatan.

Sumber yang dikutip Wall Street Journal mengatakan, ada banyak kemungkinan yang dijabarkan tim penyidik AS. Salah satunya kemungkinan, pesawat itu dialihkan “dengan tujuan menggunakannya untuk maksud lain”.

Laporan ini dibantah oleh pemerintah Malaysia.Kendati demikian, AS tetap mengirim USS Kidd untuk menyisir Samudera Hindia.Kabarnya, satelit AS menangkap menangkap sinyal “Ping” (Packet Internet Gopher) dari pesawat Boeing 777-200ER itu di perairan itu.

Konspirasi

Spekulasi lainnya: konspirasi. Keluarga korban mengaku masih bisa menghubungi kerabat mereka di pesawat melalui ponsel, walau tidak diangkat. Ini menandakan, pesawat berada di darat, di tempat yang tidak diketahui.

Seorang keluarga di Beijing pada pertemuan dengan pejabat Malaysia merasa ada yang ditutupi dalam kasus ini.Mereka menduga, saat ini tengah ada negosiasi rahasia antara pemerintah dan teroris yang menguasai pesawat.

Bukan tanpa alasan teori konspirasi berkembang .Pasalnya militer Malaysia mengaku punya data soal pesawat, tapi masih enggan memberitahu ke publik.

“Sekarang bukan waktu yang tepat untuk mengungkapkannya,” kata pejabat badan penerbangan sipil Malaysia, Datuk Iskandar Sarudin, kepada keluarga penumpang di Beijing. Komentar ini membuat keluarga geram. Botol pun sempat melayang.

Muncul juga dugaan pesawat ditembak militer. Sarudin membantah. Dia mengatakan, sistem radar militer lebih canggih dibanding sipil. Jadi kemungkinan salah tembak sangat kecil.

Pasrah

Menggunakan tanda pagar #PrayForMH370, pengguna Twitter dari seluruh dunia menyampaikan dukungan terhadap keluarga korban dan doa agar pesawat segera ditemukan.

“Tetap berharap, bahkan ketika tidak ada harapan, keajaiban akan terjadi dengan rahmat Allah #PrayForMH370,” tulis akun ‏@ShamKamikaze.

Puluhan keluarga masih ditampung di dekat bandara Kuala Lumpur di Malaysia. Sementara keluarga penumpang di Beijing juga mulai tidak sabar. Malaysia menurunkan tim medis dan psikolog untuk membantu menghadapi masa-masa sulit ini.

Keluarga mengaku sudah pasrah. Namun harapan untuk melihat kerabat mereka masih ada. Walaupun hanya mayatnya.

“Istri saya menangis. Semuanya bersedih. Rumah saya telah menjadi rumah duka,” kata Hamid Ramlan, 56, yang putri dan menantunya berada di penerbangan itu.

Di tengah situasi duka itu, teka teki hilangnya pesawat Malaysia itu masih belum terpecahkan.***

Red: has
sumber: vivanews