cabe-cabean-jakartaSegmenNews.com– Kisah pelaku cabe-cabean ada macam-macam. Lain Dini dan lain pula cerita Sasya. Dini tadinya ‘cabe’ di arena balapan liar. Dia jadi piala bergilir ‘pebalap liar’ remaja sejak kelas 1 SMP.

Saat masih kelas II SMP, Dini sudah melepas kegadisannya senilai Rp 15 juta. Sekarang Dini sudah berhenti jadi ‘cabe’ di balapan liar.

Chito kenal Dini sudah lama. Sejak Chito sering ikut balapan liar ketika Dini masih SMP sudah jadi ‘cabe-cabean’ di balapan liar. Dini tertarik dengan Chito karena terkenal.

Setelah lama hubungan antara Chito dan Dini berakhir, tiba-tiba Dini menghubungi Chito tiga bulan lalu. Dini meminta Chito memasarkan dirinya. Chito pun mengiyakan. Rupanya sejak tak berhubungan lagi dengan Chito, Dini menjajakan sendiri.

Imbalan untuk Chito tak besar. Setiap habis disewa Dini cuma mengajak Chito nongkrong, dibelikan minuman keras dan makanan lain. “Paling dia habiskan Rp 100.000 untuk saya,” ucap Kemplang kepada Warta Kota. (Warta Kota)

Keterangan foto: Tiga gadis belia yang ditangkap di arena balap liar di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu (29/3/2014)

Red: hasran
sumber: tribunnews.com