Josie melangsungkan pernikahan kecil sebelum ayahnya meninggal karena kanker kronis. (Dok. Lindsey Villatoro)
Josie melangsungkan pernikahan kecil sebelum ayahnya meninggal karena kanker kronis. (Dok. Lindsey Villatoro)

SegmenNews- Josie punya mimpi yang tak mungkin terkabul. Gadis 11 tahun itu takkan bisa menikah didampingi seorang ayah. Jim Zetz, ayahnya yang berusia 62 tahun, didiagnosis dengan kanker pankreas stadium 4. Josie menyadari, Jim tengah menunggu dijemput kematian.

Seorang fotografer kemudian menyelamatkan impian Josie. Ia membuatkan pesta pernikahan kecil, sehari setelah hari ulang tahun Josie. Lindsey Villatoro, fotografer itu, menyiapkan segala detail dengan sempurna. Gaun, riasan, bunga, dekorasi, katering, sampai pendeta.

Hanya dalam tiga hari, pernikahan itu siap. Josie sama sekali tak menyadari kejutan apa yang tengah disiapkan untuknya. Saat akhirnya diberitahu bahwa ia punya kesempatan diantarkan oleh sang ayah menuju altar, mulanya Josie sangat panik dan gugup.

Namun Villatoro meyakinkan, itu akan sangat berarti bagi Jim. Maka pada hari yang ditentukan, Josie keluar dengan gaun putih berenda dan sebuket bunga. Tangan kirinya dipegang erat oleh Jim. Saat mereka sampai di hadapan pendeta, Josie tak mampu menahan tangisnya.

“Ayahmu mungkin tak bisa melihatmu menikah kelak. Tapi dia di sini, mengantarmu menyusuri lorong ke altar hari ini. Ayah dan anak adalah hubungan paling istimewa dalam hidup,” kata pendeta Gary Galbraith yang meresmikan upacara, sekaligus membuat suasana makin trenyuh.

Jim memberi cincin untuk Josie, dan isak pun tertumpah di pelukannya. Adegan demi adegan itu terekam jelas oleh kamera Villatoro. Ia menjepret berkali-kali, juga menjadikannya video rekaman. Pesta cilik itu diberinya judul “Walk Me Down the Aisle Daddy”. Banyak orang terharu dibuatnya.

Villatoro merekamnya, agar Josie bisa menyetel video itu kelak di hari pernikahannya. Dengan begitu, ia bisa merasa sang ayah tetap ada di sampingnya. Meski menangis tergugu, Josie menyebut momen “pernikahan” itu sebagai hari terbaik sepanjang hidupnya.

Mengutip laman Today, Jim pun tampak bahagia memiliki kesempatan mengantar putrinya menuju altar. “Ini akan banyak berarti baginya. Dia anak selalu mengingatnya,” kata Jim pada The Press-Enterprise, yang pada saat kejadian hadir di lokasi.
Villatoro, merupakan pemilik Love Song Photography. Sejak tahun lalu saat Jim didiagnosis mengidap kanker parah, ia menjadi fotografer yang mengabadikan momen-momen indah hidup pria itu masih hidup. Sebagai fotografer yang berbasis di California, Villatoro mengkhususkan diri merekam memori orang-orang berpenyakit kronis.
Tujuannya, mengabadikan kenangan bersama orang tercinta.

Sebagai ibu dengan tiga anak, Villatoro tersentuh melihat Josie. Ia menyadari, gadis itu akan kehilangan ayahnya di usia yang sangat muda. Ia lantas berpikir untuk melakukan sesuatu yang istimewa. “Aku membayangkan Josie di pernikahannya 20 tahun lagi, dan muncul ide ini,” ujarnya.

Ia pun merasa tersanjung bisa menyelenggarakan momen indah untuk Jim dan Josie. “Ini adalah momen spesial yang harus dirayakan saat anggota keluarga masih di sini. Dan mereka harus menikmati kebahagiaan momen ini bersama-sama,” ungkap Villatoro dalam laman Today.***

Red: hasran
Sumber: © VIVA.co.id