ilustrasi
ilustrasi

SegmenNews.com – Nursiwan (52), anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) Tempat Pemungutan Suara 09 Kelurahan Padangharapan, Kota Bengkulu, meninggal dunia saat bertugas menghitung perolehan suara Pemilu Legislatif 2014 pada Rabu malam.

“Nursiwan sempat mengalami mual, kemudian pingsan lalu dibawa ke rumah sakit Tiara Sella, namun jiwanya tidak terselamatkan,” kata Ketua Panitia Pengawas Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu, Surodjo.

Ia mengatakan, anggota KPPS itu terlihat sehat dan menjalankan tugas dengan baik mulai pemungutan suara pukul 07.00 WIB. Namun, saat penghitungan suara yang digelar usai Maghrib, yakni sekira pukul 19.30 WIB, Suodjo mengatakan Nursiwan mulai mengeluh mual.

Menurut anggota Linmas Kelurahan Padang Harapan yang bertugas dengan korban di TPS yang sama Zainun (50) mengatakan, Nursiwan terlihat sehat dan ceria saat menjalankan tugasnya. “Kami menduga kuat serangan jantung, karena saat pagi sampai siang tidak ada keluhan,” katanya.

Menurutnya, Nursiwan masih sempat menunaikan ibadah shalat Maghrib lalu saat makan mulai mengeluh dan mual langsung pingsan. Ia menduga, Nursiwan sudah meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RS Tiara Sella.

Saat ini jasad ayah dua anak ini masih disemayamkan di rumah duka di Jalan Kapuas I perumahan kompleks BI.

Anggota Panwaslu Kota Bengkulu Fatimah Siregar mengatakan, sangat berduka dengan berpulangnya seorang petugas pemilu itu. “Kami sangat terkejut dan berduka dengan berpulangnya seorang petugas Pemilu,” katanya.

Ia mengatakan, penghitungan surat suara memang masih berlangsung di hampir sebagian TPS di wilayah Kota Bengkulu. Meski beban kerja cukup berat, ia mengharapkan seluruh panitia tetap memperhatikan kesehatan dan tidak melupakan makan siang atau malam.***

Red: Sondri
sumber: okezone.com