anasDumai (SegmenNews.com)- Ada-ada saja komentar Gubernur Riau Annas Maamun saat ditanya wartawan mengenai adanya dinasti politik di Pemerintahan Provinsi Riau. Ia sempat berkata kotor, sehingga menjadi pembicaraan hangat di tengah-tengah masyarakat.

Tidak hanya itu, rekaman suara Annas Maamun saat diwawancara wartawan di Pekanbaru tersebut pun menyebar luas ke smartphone masyarakat. Tidak hanya menyebar di Pekanbaru, tetapi juga menyebar hingga ke Dumai. Bahkan, rekaman suara Annas Maamun itu telah menjadi bahan tertawaan masyarakat.

Di Dumai, sejak Kamis (17/4/2014) malam hingga Jumat (18/4/2014) siang, kiriman rekaman suara Annas Maamun berkata kotor melalui jaringan sosial, seperti Blackberry Messenger, WhatsApp dan lain-lain terus terjadi. Hampir di setiap kalangan masyarakat, di dalam rumah, warung-warung kopi, kata-kata kotor Annas Maamun itu telah menjadi trending topik.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Riau, Annas Maamun mengeluarkan kata kotor saat ditanya wartawan tentang pengangkatan anak menantu dan keluarganya di pemerintahan Provinsi Riau. Hal itu terjadi saat kunjungannya secara mendadak ke KPU Riau, Kamis (17/4/2014) siang.

Anas mengatakan anak menantunya tersebut mampu melakukan tugas dengan baik. Seperti Dwi Agus Sumarno yang diangkatnya menjadi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau baru-baru ini. Ia pun tidak mau dibahas soal politik dinasti yang ditanyakan wartawan.

“Kalau diangkat kepala dinas pendidikan apa salahnya. Dulu dia kepala IPDN di Rokan Hilir. Jangan dinasti-dinasti lagi, p*****,” ujar Annas dengan nada tinggi, lalu langsung meninggalkan kantor KPU Riau, dan naik mobil yang sudah menunggunya di luar.

Kata p***** di Melayu merupakan ucapan kotor yang tidak layak disebut oleh siapa pun, apalagi seorang gubernur. Sedangkan di Minang, p***** merupakan sebutan kemaluan perempuan yang paling kurang ajar.

Tidak hanya kali ini saja Annas Maamun melecehkan wartawan, sejak ia menjadi gubernur, beberapa kali hal ini terjadi, bahkan pemberitaannya juga sampai ke Kompas, dan media-media nasional lainnya.

Sebelumnya, Annas Maamun dan Wakil Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman secara mendadak mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau, Kamis siang. Kehadiran kedua pejabat tersebut kontan membuat para komisioner KPU Riau terkejut, karena hadir tanpa memberi tahu sebelumnya. Ketika wartawan menanyakan agenda kehadirannya di KPU Riau, Annas mengaku hanya melakukan kunjungan biasa.***

Red: Son
sumber: tribunnews