curanmorPelalawan (SegmenNews.com) – Tim Opsnal Polres Pelalawan berhasil membekuk tiga kawanan pencurian sepedamotor (Curanmor), dua pelaku yakni Andika (16) dan Sandi (19) babak belur dimassa. Sedangkan otak pelaku Ramadan alias Madan (38) ditangkap Tim Opsnal Polres Pelalawan, setelah melakukan pengembangan kasus.

Awalnya dua pelaku Andika dan Sandi kepergok warga saat mencuri sepeda motor Honda Beat BM 2317 EV di Jalan Keluarga, Gang Horas, Pangkalan Kerinci, Minggu (27/4) dini hari sekitar
pukul 00.30 WIB.

Warga yang memergoki aksi kedua pelaku yang mendorong motor milik Safrizal (25) disaat hujan lebat menguyur kota Pangkalan Kerinci, menghajar beramai-ramai hingga kedua pelaku babak belur. Untung aksi massa dapat segera di redam setelah keduanya digiring ke Mapolres Pelalawan.

Dari hasil penangkapan kedua pencuri motor terkuak kalau motor yang digunakan untuk beraksi juga motor hasil curian jenis Yamaha Jupiter Z yang dilakukan di depan warnet di Jalan Lintat Timur, sebulan lalu. Untuk menghilangkan jejak pelaku motor hasil curian telah diubah warna dengan dicat ulang.

Tetapi setelah dicek nomor rangka dan mesin ternyata benar motor Jupiter itu milik Budi yang dipinjam karyawan Bengkelnya yang hilang di Warnet. Atas temuan barbuk motor hasil curian, Tim Opsnal Polres Pelalawan langsung turun melakukan pengembangan.

Tidak butuh waktu lama akhirnya tersangka Madan berhasil diringkus di salah satu warung di belakang Pajore kota Pangkalan Kerinci. Mantan napi kasus yang sama itu tak berkutik dicokok polisi dan kemudian digiring ke Mapolres Pelalawan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut.

Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH ketika dikonfirmasi melalui Paur Humas Ipda Edy Haryanto, Senin (28/4) membenarkan adanya penangkapan tiga pelaku curanmor tersebut. ”Kini ketiga pelaku telah kita amankan, setelah dua diantaranya sempat di hajar massa dengan barang bukti dua motor hasil curian,” ujar Paur Humas.

Ditambahkan Edy, selain ketiga tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif, juga pengembangan kasusnya terus dilakukan untuk mengungkap sindikat lainnya, setelah terkuak kalau pelaku telah melakukan aksinya sebanyak tujuh lokasi di kabupaten Pelalawan yang sedang dilacak kemana motor hasil curiannya tersebut dijual.(den)