Jenazah Ringan Hati Bao (42) korban kecelakaan di PT.PSA ditemani anak dan sanak keluarganya (foto: SegmenNews.com)
Jenazah Ringan Hati Bao (42) korban kecelakaan di PT.PSA ditemani anak dan sanak keluarganya (foto: SegmenNews.com)

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Lima orang pekerja PT. Panca Surya Agrindo (PSA), Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu tewas dan dua orang mengalami luka-luka, Senin (28/4/14).

Peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 07:30 wib diakibatkan mobil truck BM 9163 AT yang ditumpangi oleh tujuh pekerja tersebut terbalik di kebun avdeling VIII. Masing-masing korban tewas adalah, Ringan Hati Bao (42), Yusmaniar (31), Merina (42), Niscahaya (43) dan Nurini laholo (34). Sementara, Filidina waruhu (40) hanya mengalami luka lebam dibagian kaki dan tangan, satu orang lagi dikabarkan dirawat di RSUD mengalami kritis.

Saat ini sopir truck perusahaan, Yan Firman tersebut belum diketahui keberadaannya, diduga sopir melarikan diri saat terjadi kecelakaan.

Filidina salah satu korban yang mengalami luka lebam, kepada SegmenNews.com menuturkan, pagi itu dia dan enam rekannya menumpang mobil truck yang sudah dimodifikasi menjadi mobil pemadam kebakaran, mobil tersebut kerap digunakan untuk menyemprot pohon sawit diperkebunan.

Entah mengapa tiba-tiba saat di avdeling VII, mobil yang mereka tumpangi oleng ke kiri, karena disitu ada bekas tankos (tandan kosong), saat itu juga ban mobil turun keparit, mobil terus berjalan, saat itulah mobil terbalik.

“Mobil itu oleng kekiri masuk parit, tapi mobil terus jalan. Melihat itu saya langsung loncat dari mobil. Tiba-tiba saat saya dibawah mobil itu terbalik dan menimpa saya. Tangan dan kaki saya sekarang terasa sakit sekali pak,” ujar Filidina.

Sementara itu suami Ringan Hati Bao salah satu korban tewas yakni, fiharota nduru mengisahkan, pagi itu istrinya berangkat kerja yang sehari-harinya bekerja sebagai penyemprot sawit, sebagai Buruh harian Lepas (BHL) di PT.PSA. Tiba-tiba dia mendapat kabar mobil truck itu terbalik dan istri saya meninggal dunia

Katanya, istrinya dan sejumlah BHL penyemprot sawit sudah satu tahun menggunakan mobil tersebut keperkebunan. Istrinya sudah bekerja semenjak tahun 2001 lalu sebagai BHL. Atas kejadian itu dia berharap kepada perusahaan agar memperhatikan korban dan keluarga yang ditinggalkan.

“Kita harap perusahaan memberikan bantuan untuk proses pemakaman di kampung halaman kami di pulau Nias. Say masih memiliki tanggungan anak untuk dibiayai,” pinta Fiharota dengan mata yang sembab usai menangis.

GM PT .PSA, HM Yusuf Siregar kunjungi langsung korban kecelakaan
GM PT .PSA, HM Yusuf Siregar kunjungi langsung korban kecelakaan

General manager (GM) PT. PSA yang dikonfirmasi mengaku, atas kejadian itu pihak perusahaan akan bertanggung jawab sesuai aturan ketenaga kerjaan yang berlaku.

“Perusahaan tetap bertanggung jawab untuk memberikan santunan dan bantuan lainnya kepada korban yang sesuai aturan yang berlaku,” tukasnya.

Dijelaskan Yusuf, mobil penyemprotan kelapa sawit itu adalah fasilitas dan aktifitas rutin yang dilaksanakan setiap hari bagi pekerja, tempat duduk pekerja juga disediakan dibelakang. Saat kejadian memang ada tumpukan tankos dipinggir jalan.

Dikonfirmasi terkait sopir mobil. Yusuf mengatakan kemungkinan besar dia melarikan diri karena takut kepada keluarga korban.

Hingga sore hari, pihak perusahaan masih mengurus keberangkatan jenazah ke kampung halaman masi-masing.***(r4n)