ilustrasi
ilustrasi

Duri (SegmenNews.com) – Kasus pelecehan seksual yang dialami Ai (11) ternyata merupakan kasus pelecehan kelima yang ditangani RSUD Duri. Sebelumnya juga ada kasus pelecehan lain yang menimpa bayi hingga remaja berumur 12 tahun.

“Ini temuan kelima yang kita data sepanjang tahun 2014 ini. Sebelumnya juga ada kasus-kasus pelecehan seksual dengan kisaran umur 1,8 tahun hingga 12 tahun,” jelas dr Aryuni Mas’udah, S.pa, didampingi Kabid Humas RSUD Duri, Heri Prayitno dan Iwan Ridwan di RSUD Duri, Senin (28/4/2014).

Dijelaskannya, kasus-kasus pelecehan seksual yang ditemuinya rata-rata dilakukan oleh orang-orang terdekat. Ada bayi An (1,8) yang pelakunya diketahui sepupu korban yang tinggal serumah. Kemudian, Gy (9) pelajar kelas 3 SD dicabuli temannya murid kelas 2 SD, dan R (7), pelakunya satu desa dengannya serta Z (12) dicabuli oleh ponakan ibunya.

“Kasusnya beda-beda. Ada yang sudah robek selaput daranya. Ada juga yang trauma benda tumpul tapi tidak sampai masuk. Kita sudah edukasi kekeluarga untuk melaporkan kasus ini. Hanya saja tentu kasusnya terpulang ke keluarga masing-masing,” jelasnya.

Mengingat kasus demi kasus yang sudah ditanganinya, Aryuni mengimbau para orang tua lebih hati-hati menjaga anaknya. Tidak hanya itu pihaknya juga mensinyalir, pengaruh warnet bagi anak-anak juga membawa dampak negatif jika tidak diawasi.

“Bayangkan saja, anak SD kelas 2 sudah bisa mencabuli temannya yang kelas 3. Dari mana dia tahu. Ini kan sudah sangat mengkhawatirkan,” ujarnya prihatin.(Rzq)