Duri (SegmenNews.com) – Karena tidak mencapai kata sepakat, akhirnya demonstrasi ratusan buruh yang digelar di depan pintu masuk (Gate 3 PT CPI Duri), Selasa (29/4/2014) ricuh.

Ratusan buruh yang merengsek masuk ke dalam komplek PT CPI dihadang puluhan pasukan anti huru hara yang memakai tameng dan tongkat. Sehingga, bentrokan fisik pun tak terelakan.

Karena massa yang makin bringas, akhir aparat Kepolisian pun melakukan tindakan preventif. Semprotan air dari mobil pemadam kebakaran PT CPI diarahkan ke kerumunan massa yang terus melakukan lemparan dan membakar ban di depan gate CPI itu. Namun aksi massa tak terhentikan.

Tak ada pilihan lain, tembakan gas air mata diarahkan ke kerumusan massa. Kerumunan massa lari pontang panting menyelamatkan diri. Beberapa orang tumbang dan yang lainnya mencoba memberikan bantuan.

Pihak kepolisian segera bertindak. Kerumunan massa dengan cepat dibubarkan dan massa yang tumbang dievakuasi dengan mobil ambulance PT CPI.

Aksi bentrok fisik, semprotan air dan gas air mata yang ditontan ratusan warga itu merupakan bagian dari simulasi gejolak sosial yang dimasyarakat. Sekitar 500 personil gabungan polisi, TNI, security, pihak CPI dan pemerintah daerah turun dalam simulasi penanganan gejolak sosial dan kebakaran hutan di areal CPI itu.

Terlihat di TKP, Kapolres Bengkalis, AKBP Andry Wibowo, Sik, Kapolsek Pinggir, Kompol Hendrik Sitompul, pihak managemen CPI dan jajaran security dan pihak lainnya.

Kapolres Bengkalis, AKBP Andry Wibowo menyebutkan, kegiatan simulasi itu diadakan ditiga titik. Gate 2 dan. Gate 3 simulasi demonstrasi massa. Sementara simulasi karhutla dilakukan di hutan Talang CPI.

“Ini merupakan rangkaian instrumen untuk menghadapi berbagai masalah. Polri, TNI pemerintah daerah managemen CPI untuk melatih, menanamkan satu budaya respon aparat yang bertugas dalam membidangi keamanan. Responnya baik menyikapi berbagai persoalan dinamika politik dan sosial yang terjadi di masyarakat,” jelas Kapolres.

Dikatakannya pertumbuhan ekonomi dan politik di Duri sangat ekspensif, untuk itu perlu disiapkan dan disadarkan personil dalam menghadapi situasi itu.

“Semua pihak kira harapkan sama-sama menjaga dan mempertahankan kondusi duri yang sudah aman dan kondusif ini,” ujarnya.***(bam/knc)