Maimanah Umar dan Anaknya (kapurnews.com)
Maimanah Umar dan Anaknya (kapurnews.com)

Pekanbaru (SegmenNews.com) – Setelah berkas tersangka dua Calon Legeslatif (Caleg) yakni Maimanan Umar dan Maryenik Yanda dinyatakan lengkap (P21) oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Rabu (30/4/2014) kemarin, penyidik Polda Riau langsung menyerahkan tersangka dan barang buktinya ke Jaksa atau tahap II.

Maimanah Umar caleg DPD RI Dapil Riau dan Maryenik Yanda caleg DPRD Riau Dapil Kampar diduga terlibat politik uang saat kampanye Pemilihan Umum Legeslatif (Pileg) 2014.

Menurut Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Akmal Abbas SH MH kepada wartawan, tahap II tersebut dilakukan penyidik setelah berkasnya dinyatakan lengkap. “Pelimpahan tahap II nya sore tadi (Rabu,red). Selanjutnya kita serahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru untuk segera dilakukan penuntutan ke Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru,” ujar Akmal.

Dijelaskan Akmal, memang pernah pihaknya satu kali mengembalikan berkas ke dua tersangka ke penyidik Polda Riau. Karena masih ditemukan adanya kekurangan. “Jadi sekarang berkasnya sudah lengkap dan siap untuk disidangkan,” ungkap Akmal.

Kedua caleg tersebut diancam dengan pasal 301 ayat 1 junto pasal 89 huruf d dan e juncto pasal 81 pasal 86 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Legislatif dengan ancaman dua tahun penjara.

Proses Tahap II tersebut hampir gagal dikarenakan tersangka Maimanah Umar Caleg DPD RI asal Riau itu sedang sakit di Jakarta. Tapi karena proses hukum tindak pidana Pemilu yang singkat, dengan upaya persuasif, akhirnya berkas Caleg DPD incumbent itu akhirnya bisa dilimpahkan ke Kejati Riau.

Berita sebelumnya, Maimanah Umar Caleg DPD RI asal Riau dan anaknya Maryenik Yanda Caleg Golkar Dapil Kampar, resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi mendapatkan cukup bukti serta berdasarkan sejumlah saksi, termasuk saksi ahli dari KPU. Dua Caleg itu diduga melakukan pelanggaran Pemilu setelah diketahui membagi-bagikan baju batik di wilayah kecamatan Siak Hulu kabupaten Kampar Riau, sambil meminta warga yang disantuni untuk memilih kedua tersangka. (*)
Red: Hasran
Sumber : Tribun Pekanbaru