Lima jenazah perampok di RS Dokter Soetomo, Surabaya (okezone)
Lima jenazah perampok di RS Dokter Soetomo, Surabaya (okezone)

SegmenNews.com– Lima perampok tewas setelah ditembak aparat Polrestabes Surabaya. Para pelaku ditembak mati karena menyerang petugas. Komplotan ini merupakan gembong perampok yang sudah lama malang melintang di Surabaya dan sekitarnya.

Lima perampok tersebut yakni Suyono (40) warga Bekasi, Danu Tala; Simanungkalit (32) warga Jalan H Umar RT 03/02 Kel Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Jakarta Barat; Riski Hutahuruk (44) warga Jalan Bangun Rahayu RT 01/03 Ds Neglasari Kec Katibun Kab Lampung Selatan.

Selain itu, Jonnry Marbun (30) warga Kampung Rawa Aren RT 03/12 kel Aren Jaya Bekasi Timur; dan Romulus Naibggolan (34) warga Jalan Narogon Megah 8 blok E/34/10 RT 02/21 Kelurahan Pengasinan Kecamatan Rawa Lumbu Bekasi.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Farman mengatakan, kelima pelaku ditembak karena menyerang petugas menggunakan senjata tajam.

“Pelaku terpaksa ditembak mati, sebab saat dihentikan malah menyerang petugas,” kata Farman, Jumat (2/5/2014).

Farman menjelaskan, pelaku ini merupakan jaringan lama. Terakhir mereka beraksi di rumah Villa Bukit Regency 1 Pakuwon City, Surabaya. Saat itu, pelaku berhasil membawa kabur perhiasan senilai Rp2 miliar.

Berbekal rekaman yang didapat polisi serta sketsa wajah. Secara kebetulan, pada Jumat dini hari tadi polisi melakukan patroli dan melihat mobil pelaku.

Sempat terjadi kejar-kejaran antara-petugas. Polisi sempat memberikan tembakkan peringatan, namun para pelaku ini malah menghentikan mobil dan berhamburan keluar.

“Ternyata mereka keluar dari mobil sambil membawa sabit dan langsung diayunkan untuk menyerang anggota. Keadaan mengancam, maka kelima pelaku ditembak di dada,” jelasnya.

Kelima perampok langsung tewas tersungkur. Petugas kemudian membawa jenazah perampok ini ke kamar jenazah RSU Dokter Soetomo.

Saat dilakukan penggeledahan di dalam Mobil Xenia silver nopol A 1145 FF milik pelaku, ditemukan 2 buah linggis, 1 buah kubut, tali rafia, lakban hitam, 5 buah sabit, 5 stel sarung tangan, uang Yuan, uang ringgit Malaysia, 1 cincin kawin, 1 cincin bertuliskan nama korban, tang potong yang dibeli dari sebuah supermal, uang tunai Rp8.700.000 diduga hasil kejahatan, 3 buah ATM BRI milik tersangka.***(has/okezone)