dbdPelalawan (SegmenNews.com)– Cuaca ekstrim menjadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Pelalawan belakangan ini. Setidaknya, sejak Januari-April 2014, Dinas Kesehatan daerah ini mencatat 24 kasus penyakit mematikan ini yang mendera warga di beberapa kecamatan.

“Sejak Januari-April kita menerima 24 laporan kasus DBD dari sejumlah Puskesmas di kecamatan-kecamatan. Tampaknya memang ada tren peningkatan kasus yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti ini dibanding tahun lalu. Khusus April saja terjadi 8 kasus,” jelas Kadiskes Pelalawan Dr Endid Romo Pratiknyo, Senin (5/5/14).

Menurutnya, pengaruh cuaca ekstrim seperti saat ini, menyediakan peluang nyamuk berkembang biak. Karena itu, masyarakat dihimbau untuk melaksanakan membersihkan lingkungan agar tidak ada tempat nyamuk untuk berkembang biak. “Ya laksanakan konsep 3 M itu. Karena itu merupakan salah satu cara ampuh memberantas penularan penyakit berbahaya ini,” tandasnya.

Meski mantan Direktur RSUD Selasih ini tidak merinci data rinci terjadinya kasus DBD, namun Feri, staf Bidang P2PL Diskes menyebutkan, kasus terbaru dilaporkan terjadi di Jalan Pemda Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota.

“Lokasinya di salah satu rumah petak 9 tidak jauh dari rumah pak Syahril (mantan Kadis PU,red) di Jalan Pemda. Kami sudah lakukan fogging di sana,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, kasus yang sama juga terjadi di Desa Kemang dan Sialang Kecamatan Pangkalan Kuras. “Kami kebetulan di lapangan, jadi tidak ingat betul rincian data kasusnya,” papar sambil berharap KLB DBD yang terjadi sekitar tahun 2011 tidak terjadi lagi dengan pro aktifnya partisipasi masyarakat membersihkan lingkungan.***(fin/ur)