minyakSegmenNews.com– Sekitar 4 tahun lalu, Indonesia memutuskan untuk keluar dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak alias OPEC. Kini, Indonesia sudah menjadi negara pengimpor minyak karena produksi yang berada di kisaran 800 ribu barel per hari tak mampu memenuhi permintaan yang mencapai lebih dari 1 juta barel per hari.

Menurut Chatib Basri, Menteri Keuangan, Indonesia bakal menjadi salah satu negara importir minyak terbesar di dunia pada 2018.

“Ingat, 2018 Indonesia akan jadi importir minyak permanen. Jadi isu itu harus diperhatikan, siapapun pemerintahannya,” tegas Chatib kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (9/5/2014) dilansir dari laman detik.com.

Menjadi importir minyak, lanjut Chatib, tentunya bukan berita bagus. Apalagi konsumsi BBM di Indonesia terus naik dengan laju di kisaran 5-7%. “Kalau sudah menjadi importir permanen, itu bukan kondisi yang bagus lagi,” ujarnya.

Dengan impor yang tinggi, kata Chatib, akan memperburuk transaksi berjalan atau current account. Ini membuat pertumbuhan ekonomi sulit untuk dipacu. Ia mengingatkan, tahun lalu impor minyak yang tinggi membuat defisit transaksi berjalan mencapai 4,4% terhadap PDB. Ini adalah kondisi yang buruk buat perekonomian Indonesia.

Kemudian APBN juga akan semakin terbebani oleh anggaran subsidi BBM yang melonjak. Pemerintah baru akan sulit mengoptimalkan belanja negara.***(has/dtc)