Ayat Cahyadi
Ayat Cahyadi

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Upaya pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk membantu masyarakat kurang mampu bersekolah lebih tinggi di buktikan dengan memberikan rangsangan. Salah satunya adalah mendorong anak-anak didik untuk hafal Alquran.

Bagi anak sekolah di Kota Pekanbaru, yang sudah tamat sekolah menengah Atas sederajat, mereka bisa masuk perguruan tinggi dengan gratis hingga tamat kuliah, dengan syarat bisa hapal Alquran 30 Juz.

Demikian disampaikan Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi, Jumat (16/5/14) dalam pengarahannya pada acara Khatam Al-Quran, SMPN 25 Pekanbaru.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua TP PKK Kota Pekanbaru Indiarita MPd, Kadis Pendidikan Prof Zulfadil, para kepala sekolah, guru pengawas, serta para wali murid, di halaman SMPN 25 Pekanbaru. Wakil Walikota menyebutkan bahwa sinyal bisa kuliah gratis itu diungkapkan oleh Rektor UIR Prof Detri Karya dalam suatau kesempatan kepada Wakil Walikota.

“Rektor UIR mengungkapkan kepada saya langsung bahwa UIR memberikan fasilitas kuliah gratis sampai tamat di semua jurusan kepada calon mahasiswa yang hapal Alquran 30 juz,’’ ujar Ayat Cahyadi.

Menurut Wakil Walikota bahwa kebijakan itu diambil oleh Rekktor UIR tersebut sebagai aplikasi dan pembuktian bahwa rajin membaca dan menghapal Al-quran itu meningkatkan kecerdasan.

“Kata Rektor, orang yang hapal 30 juz Al-quran itu tandanya orangnya pintar dan sangat layak diberi penghargaan. Bahkan menurut informasi dari Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, calon mahasiswa yang hapal 30 juz Alquran gratis dan tanpa
tes diterima di UIR Syarif Hidayatullah,’’ ulas Ayat Cahyadi.

Rajin membaca Al-Quran juga menyehatkan. “Orang yang rajin membaca Al-Quran ternyata juga menyehatkan jantung, makhraj huruf serta tanda baca Al-Quran yang dibaca dengan benar akan memberikan penyehatan kepaada jantung. Salah seorang penerbang Angkatan Udara Amerika dulunya masuk Islam menulis sebuah buku diantaranya berisi tentang membaca Alquran menyehatkan jantung,’’ ujar Ayat Cahyadi.

Karena itu menurut Wakil Walikota program sekolah mengaji dan magrib mengaji itu selain untuk mengentaskan buta aksara Alquran juga untuk meningkatkan kecerdasan sptitual generasi muda menuju mayarakat Kota yang Madani.

Sebelumnya Kepala SMPN 25 Lili Deswita MPd menyampaikan bahwa kegiatan sekolah mengaji dilakukan tiga kali dalam satu minggu, dengan mengambil jam pelajaran pagi selama 45 menit. “Alhamdulillah dari 1.076 orang siswa SMP 25 ini, dengan 900 lebih siswa muslim hanya tiggal 15 lagi yang belum bisa membaca Al-quran,’’ ujar Lili.

Selanjutnya Kadis pendidikan Prof Zulfadil menyebutkan bahwa kegiatan sekolah dan magrib mengaji secara kuantias sudah berhasil, karena jelang akhir tahun ajaran ini, hampir seluruh sekolah di Pekanbaru melakukan kegiatan Khatam Al-quran.***(chir/ra)