tabung gas bocor
tabung gas bocor

Pelalawan (Segmennews.com)- Para pangkalan tabung Gas Elpiji 3 kilo di kota Pangkalan Kerinci, kabupaten Pelalawan mengeluhkan. Pasalnya tabungan gas yang baru dipasok dari Stasiun Pengisian Bahan Bahakr Elpiji (SPBE) melalui agen banyak yang bocor.

Menyikapi keluhan itu Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Pelalawan, Drs H Zuerman Das langsung turun bersama stafnya untuk melakuan pengecekan, Rabu (21/5). ”Kalau ada pangkalan yang mengeluh tabung gas mereka bocor dan tidak bisa ditukar, segera membuat laporan tertulis dengan kita,” ujar Kadisperindangsar.

Untuk memastikan keluhan, Kadisperindagsar mendatangi beberapa pangkalan, terlihat rata-rata tiap kali pasokan tabung gas 3 kilo subsidi mengalami kebocoran, hingga rawan menimbulkan kecelakaan. ”Kebocoran tabung gas bukan saja rawan menimbulkan kebakaran, tapi juga pangkalan rugi kalau tidak bisa di tukar,” papar Zuerman.

Jadi ungkap Zuerman setelah para pangkalan membuat laporan tertulis, pihaknya akan melayangkan surat ke Pertamina, Pekanbaru, terkait banyaknya tabung gas bocor, hingga rata-rata pengkalan mengalami kerugian materi sekitar Rp13,500 persatu tabung.

Sementara tiap hari pasokan tabung masuk tiap pangkalan oleh angen dengan mengunakan mobil truk, hingga rata-rata satu sampai empat tabung yang bocor harus ditanggung oleh pangkalan. Tapi saat akan di kembalikan agen juga mengeluh karena ppihak SPBE yang berlokasi di desa Simpang Beringin, kecamatan Bandar Sekijang, menolak menukar dengan dalih tidak ada tabung penganti yang rusak tersebut.

”Kita lihat nanti kesepakatan mereka antara pangkalan dengan agen dan Pertamina. Apa benar tabung gas yang di keluhkan pangkalan tidak bisa di tukar atau ada masalah bocor terjadi saat di bongkar atau bagaimana kini sedang dipelajari. Setelah kita turun mengecek pangkalan,” ulas Kadisperindangsar.

Setelah beberapa pangkalan ditinjau langsung Kadisperindangsar, juga memberikan peringatan keras, bagi agen, agar tidak menjual gas pada toko, karena data yang ada hanya 25 pangkalan memiliki izin di kecamatan Pangkalan Kerinci, sedangkan di Pangkalan Kuras 24 pangkalan, Pangkalan Lesung 9 pangkalan, Ukui 14 pangkalan, Bandar Petalangan 11 pangkalan, Bandar Sekijang 7 pangkalan, Bunut 3 pangkalan, sedangkan Pelalawan, Teluk Merantin dan Langgam 1 pangkalan.

”Kalau ada agen atau pemasok gas elpiji yang menjual di luar pangkalan atau kencing ke toko dan warung-warung di tengah jalan, akan kita tindak dan usulkan untuk dicabut izinya, karena telah menyalahi aturan yang ada,” tambahnya.***(fin)