6000 ribu umat muslim riau hadir dalam konferensi islam dan peradaban sepakat menginginkan Khilafah menggantikan Demokrasi dan sistem Ekonomi liberal
6000 ribu umat muslim riau hadir dalam konferensi islam dan peradaban sepakat menginginkan Khilafah menggantikan Demokrasi dan sistem Ekonomi liberal

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Masa Demokrasi penguasa dianggap lebih mementingkan diri sendiri ketimbang rakyat rakyat jelata. Hal ini terlihat sejak zaman Indonesia meraih kemerdekaan, secara ekonomi kemakmuran Indonesia adalah semu.

Demikian disampaikan Budayawan Riau, UU Hamidy pada akhir konferensi besar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Riau, Minggu (1/5/14) bertempat di Gelanggang Remaja jalan Jendral Sudirman Pekanbaru. Dia juga menilai selama ini banyak yang berlaku sebagai penghisap kekayaan negeri yang mengatasnamakan rakyat, namun mereka lebih dihormati daripada rakyat.

“Sistem demokrasi ini adalah sebagai sistem yang paling konyol di dunia,” tegas Hamidy.

Lanjutnya, Presiden Amerika Serikat ke 2, Jhon Adams pernah mengatakan bahwa demokrasi tidak akan pernah bertahan lama. Ia akan segera dibuang, kehilangan kekuatan dan akan menghabisi dirinya sendiri. Tidak akan pernah sistem demokrasi yang tidak menghabisi dirinya sendiri.

Dengan berbagai pertimbangan demokrasi dan liberal dinilai kurang menguntungkan rakyat, maka HTI sepakat menginginkan Khilafah menggantikan demokrasi sistem ekonomi dan liberal tersebut.

Kesepakatan tersebut juga disampaikan oleh para pembicara para pembicara di acara tersebut yakni, Hidayatullah SH.I,ME (DPD I HTI Riau), Dr.Ardiansyah Syahab,SH,M.Ag,MH (DPD I HTI Riau), Adam Romulo (DPP HTI), yang juga dihadiri oleh tokoh masyarakat, ulama dan Mubaligh/mubalighoh, Intelektual dan akademisi, pengusaha, Mahasiswa, pelajar, birokrat dan masyarakat umum dengan serentak meneriakan takbir atas keinginan khilafah sebagai solusi untuk indonesia menjadi makmur dan sejahtera di bawah naungan khilafah sebagaimana pada masa khilafah pada masa lalu.***(heri)